Bungkamnya BPJS TK Cabang Purwakarta Terkait Dugaan Belum Diberikannya Hak Ahli Waris Peserta

678

dutapubilik.com, PURWAKARTA – Eka Novianto Irwansah, S.H., selaku pihak yang diberi kuasa oleh ahli waris Cucu, yang merupakan Istri dari Alm. Saepuloh, warga Desa Sempur Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang tercatat sebagai Peserta BPJS TK Cabang Purwakarta menyesalkan bahwa Cucu mengalami kendala dalam pencairan dana Santunan.

“Karena pihak ahli waris Cucu mendapatkan kesulitan dari semenjak meninggal suami untuk mengurus pencairan dari pihak BPJS TK, sehinga kini memohon bantuan dengan memberi kuasa kepada YLPK HANDAINi DPC Kabupaten Purwakarta,” kata Eka Novianto Irwansah kepada awak media pada Senin (10/1).

Dikatakan Eka, dirinya selaku pihak Yayasan Perlindungan Konsumen yang dikuasakan ahli waris Cucu, sudah membantu dan memberikan surat kepada pihak BPJS TK Purwakarta terkait persoalan ahli waris semenjak suaminya meninggal.

“Terhitung dari bulan Maret 2021 kita mengajukan klaim pertama, kemudian kita mengajukan klaim kedua di bulan November 2021. Tetapi anehnya, hingga kini pihak dari ahli waris belum terima manfaatnya dari pihak BPJS Jamsotek tersebut yang harusnya dapat Santunan berupa uang kematian pada umumnya. Padahal pihak kita sudah menuruti anjuran dari pihak mereka untuk memenuhi persyaratannya,” ungkapnya.

Selain itu, Eka menuturkan, bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi kepada Agen Perisai Yaya Sukarya, yang di mana Almarhum mendaftar sebagai peserta BPJS TK.

Sementara Yaya Sukarya, selaku Agen Perisai ketika dikonfirmasi di kediamannya membenarkan adanya permasalahan tersebut.

“Tapi itu tidak ada kesalahan dari kami dan kejadian tidak cairnya pada ahli waris berupa uang tersebut terjadi semenjak beberapa bulan lalu entah kenapa dan ada apa.”

“Sedangkan para peserta yang daftar melaui agen saya ada sekitar 4 orang yang belum mendapatkan Santunan. Dengan adanya permasalahan pada peserta yang melaui Agen kami sangat merugikan bagi saya dan program BPJS TK tersebut,” jelasnya.

Bukan itu saja, lanjut Yaya, Ia pun menerima protes dari para peserta yang datang ke rumahnya dengan marah-marah.

“Bahkan peserta yang sudah berjalan melaui saya sekitar kurang lebih 1.500 orang, kini hampir 700 peserta lainnya mengundurkan diri. Sudah dimarahi orang gara-gara persoalan tersebut. Beruntung peserta tidak pada demo juga ke rumah saya, karena mereka tahunya kan melaui Agen kami,” ujarnya.

Sementara dari bidang pelayanan BPJS TK Cabang Purwakarta, ketika dikonfirmasi melaui WhatsApp terkait permasalahan tersebut tidak memberikan jawaban sedikitpun hingga berita ini dipublikasikan. (Asep)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *