dutapublik.com, CIANJUR – Bupati Cianjur H. Herman Suherman melantik tiga kepala desa terpilih di Cikalongkulon yang dilakukan secara maraton. Ketiga kepala desa tersebut antara lain : Kepala Desa Mekarsari Dodo, Kepala Desa Majalaya Mita sasmita dan Kepala Desa Padajaya Dadang Saputra, kamis (1/9).
Upacara pelantikan dilakukan bertempat di Aula masing – masing kantor Desa yakni Aula kantor Desa Mekarsari Jalan Raya Alternatif Cianjur – Jonggol, Aula Kantor Desa Majalaya di kampung Majalaya Desa Majalaya, kecamatan Cikalongkulon, dan di Aula Kantor Desa Padajaya di kampung Blender Desa Padajaya, kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan pelantikan kepala Desa digelar bertempat di masing-masing Desa tersebut, sebagai hal yang perdana dilakukan bupati, di mana pada waktu – waktu yang lalu atau sebelumnya pelantikan biasa dilaksanakan di kantor bupati atau Pendopo Pancaniti.
Terkiat hal tersebut Bupati Cianjur, H. Herman Suherman mengatakan bahwa pelantikan tersebut dimaksudkan untuk mengapresiasi para panitia pilkades, mengapresiasi kepala Desa, serta mengapresiasi masyarakat. Juga dimaksudkan untuk lebih dekat dengan warga masyarakat dalam rangka menyampaikan informasi program – program pembangunan kepada masyarakat, karena menurutnya kemajuan Cianjur tidak bisa dipikul sendiri.
“Saya ingin mengapresiasi para panitia, para kepala desa, para warganya, sehingga ini adalah wujud hajat masyarakat, sehingga masyarakat tahu. Berbeda kalau pelantikan dilakukan di pendopo mungkin masyarakat tidak akan tahu. Dengan pelantikan seperti ini saya hadir di sini supaya masyarakat tahu visi, misi dan program pembangunan Kabupaten Cianjur . Kita ingin bersama sma membangun Cianjur yang lebih manjur, ” ungkapnya.
Lanjutnya, bupati berpesan kepada para kepala Desa yang dilantik agar menjalankan amanah sesuai dengan tupoksinya. Juga sebagai kepala desa, harus lebih dekat dengan warga masyarakat, agar warga dapat terlyani dengan baik.
” Sebgaai Kepala desa harus terjun langsung ke masyarakat, ke sekolah – sekolah, pengajian, pondok pesanten, organisasi pemuda dan lainnya, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik, ” kata bupati.
Ia juga berpesan agar dalam menggunakan anggaran Dana Desa, baik DD maupun ADD harus berdasarkan aturan yang berlaku dan harus yang bermanfaat bagi masyarakat.
” Saya titip, saya pesan, anggaran Desa begitu besar baik DD maupun ADD, tolong diperpenggunakan sesuai dengan ketentuan dan untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Sekiranya penggunaan anggaran dana desa kurang atau tidak bermanfaat, tolong dicoret saja, ” Katanya.
Lebih lanjut ia berpesan agar kepala Desa memperhatikan soal pendidikan dan kesehatan warga masyarakat. Menurutnya jangan sampai ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak ada biaya. Juga jangan sampai ada warga yang sakit yang tidak dapat berobat karena tidak ada biaya atau belum terkaper oleh program BPJS karena BPJS nya tidak aktif. .
“Saya pesan, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah, atau tidak bisa melanjutkan. Saya harap anak TK bisa melanjutkan ke SD, anak SD bisa melanjutkan ke SMP dan anak SMP bisa melanjutkan ke sekolah menengah lanjutan SMA atau SMK ” Paparnya.
Masih kata bupati menambahkan “jika ada anak yang tidak bisa sekolah, mohon kepala Desa untuk berkoordinasi dengan kordik dan Camat, Insya Allah anak tersebut harus bisa sekolah dengan biaya beasiswa dari pemerintah daerah,” imbuhnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Juga, lanjut bupati, jangan sampai ada warga yang berobat tidka ada biaya, tidak terkaper BPJS karena BPJS nya tidak aktif. Maka supaya dapat digunakan, BPJS-nya diaktifkan agar dapat dipergunakan untuk membiayai berobat.
“Warga harus sering cek kesehatan supaya tahu kondisi kesehatan. Alhamdulillah sekarang sudah ada aplikasi cekas, ” pungkasnya. (Hans).





