Camat Kota Agung Barat Makan Gaji Buta Disorot LSM GMBI Distrik Tanggamus

1056

dutapublik.com, TANGGAMUS – Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Tanggamus, Amroni angkat bicara menanggapi pemberitaan terkait Firdaus selaku Camat Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus yang diduga jarang ngantor dan dianggap makan gaji buta.

Berawal dari masalah Ambulance Pekon Kandang Besi yang menurut Kepala Pekon Kandang Besi Mukhtar bahwa mobil tersebut sudah dilunasi namun bukti fisiknya belum ada di pekon setempat. Sehingga yang menjadi tanda tanya apa mungkin mobil sudah dilunasi tapi belum diambil dari dealer dengan berdalih belum mampu bayar driver.

Menurut Amroni tidak mungkin tidak ada asap kalau tidak ada api, kalau tidak ada kecurangan kepala pekon dan camat harus berani buka-bukaan dengan semua pihak baik masyarakat, Pemerintah dan lembaga maupun dengan media, karena semua dana anggaran yang menggunakan uang negara itu uang masyarakat.

“Kalau Camat bicara tidak tau menahu terkait Ambulance, dimana fungsinya sebagai Camat yang notabenenya perpanjangan tangan dari pemerintah Daerah, jika benar Camat tidak tahu menahu berarti benar kalau camat itu tidak bekerja. Sudah wajar kalau dibilang makan gaji buta dan juga itu sangat jelas bahasa dari staf Kecamatannya yang bilang kalau camat jarang ngantor,” ujar Amroni, Kamis (26/5).

Lanjut Amroni jika Firdaus bicara keberhasilannya selama menjadi camat Kota Agung Barat, ia selaku masyarakat asli Kota Agung Barat mempertanyakan prestasi Firdaus sudah sejauh mana selama menjadi Camat.

Amroni menambahkam pengadaan Mobil Ambulance Pekon itu salah satu program unggulan Bupati Tanggamus Bunda Dewi. “Jadi jangan sampai ada yang mau semena-mena dengan anggaran toh kalau memang benar ada ketidaktrasparanan terkait anggaran Bupati juga harus respon bila perlu turun dan cek kebenarannya jangan sampai ada asumsi dari masyarakat sama Bupati karena Bupati dipilih oleh masyarakat Tanggamus bukan oleh Kepala Pekon atau Camat,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *