CH Taulu Tokoh Penting Peristiwa Merah Putih 14 Februari 46

273

dutapublik.com, SULUT – Charlis Choesj Taulu, Tokoh penting Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado, menerima pendidikan militer dari Belanda, tapi kecintaannya terhadap Tanah Air Indonesia tidak diragukan.

Chali –panggilan akrab Ch Ch Taulu– lahir di Kawangkoan pada tanggal 28 Mei 1909, anak ke 2 dari pasangan Agustinus Rawis Taulu asal Kawangkoan dan Maria Waney asal Rumoong Tareran Minahasa Selatan memiliki 13 bersaudara lahir di Kawangkoan dan wafat di Magelang.

Mereka sebelumnya tinggal di Sendangan Kawangkoan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Ch Ch Taulu dan ketiga saudaranya yaitu, Frans G Taulu (Kakak) dan Adon E Taulu (adik) diboyong orang tuanya ke Tanah Jawa, setelah pada tahun 1914 ayahnya AR Taulu diterima sebagai tentara Belanda atau KNIL.

AR Taulu diterima di Manado selanjutnya dikirim ke Jogyakarta dan kemudian ditempatkan di Magelang yang memiliki sekolah militer Belanda, ketika itu dikenal sebagai Sekolah Kader.

Sejak usia anak-anak sampai memasuki remaja Ch Ch Taulu melihat adanya perlakuan diskriminasi terhadap warga Indonesia yang disebut orang pribumi.

Chali mengawali pendidikan di Lagere School, lamanya pendidikan 7 tahun dengan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.

Setelah lulus dia masuk MULO dengan lamanya pendidikan 4 tahun Meski dia mendapat kesempatan sekolah di sekolah Belanda, tapi perlakuaannya tidak sama dengan murid-murid orang Belanda.

Di sinilah awal munculnya rasa nasionalisme dijiwa Ch Ch Taulu. Apalagi setelah dia mengikuti pendidikan militer di Kader School atau Sekolah Kader selama 9 bulan pada tahun 1928 lulus dengan pangkat Sersan.

Selama menjalankan tugas militer Chali melihat dan merasakan perlakuan diskriminasi terhadap tentara KNIL yang pribumi.

Semangat nasionalismenya semakin kuat ketika Chali bertugas di Manado, setelah menyelesaikan pendidikan militer di Magelang, dia ditempatkan di Watampone (1939-1940).

Tapi setelah Jepang menguasai Indonesia, semua tentara Belanda termasuk tentara pribumi ditangkap Chali dan keluarganya ditampung di Makassar.

Mengenang perjuangan tersebut, dibangunlah Monumen Charlis Choesj Taulu, BW.Lapian berlokasi di Kelurahan sendangan Kecamatan Kawangkoan kab. Minahasa. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *