Contoh Pengkhianatan Pada Bangsa Sendiri: WNI Korban TPPO Bermodus Rekrutmen PMI Mengaku Tidak Punya Tempat Tinggal, Eh Malah Diusir KJRI Jeddah


dutapublik.com, SAUDI ARABIA – Sungguh miris, diduga oknum KJRI Jeddah tidak bisa untuk memulangkan WNI korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) bermoduskan rekrutmen PMI (Pekerja Migran Indonesia). Di mana, WNI tersebut membutuhkan bantuan dari KJRI sebagai perwakilan negara Republik Indonesia di Saudi Arabia.

Adalah, Yani Suryani, saat dikonfirmasi oleh tim awak media dutapublik, mengaku ia sudah meminta agar KJRI memberikan pelayanan yang terbaik untuk WNI. Namun faktanya, ketika saat datang mengadukan langsung kepada pihak KJRI Jeddah, namun, Suryani, harus menunggu arahan dari imigrasi.

“Pak, saya sekarang lagi di KJRI Jeddah. Saya sudah tidak punya tempat tinggal Pak. Pihak KJRI, suruh saya pulang lagi. Padahal, saya sudah dijelaskan saya tidak punya tempat tinggal,” ujar, Suryani, Minggu (2/2/2025).

Selanjutnya, awak media mengkonfirmasi via selular security KJRI Jeddah, yang saat itu bersama Yani Suryani, menerangkan bahwa pihak Imigrasi akan membantu membuatkan SPLP. Namun, pihak KJRI itu tidak ada yang namanya DANA REPATRIASI, walaupun WNI tersebut adalah korban TPPO bermodus rekrutmen PMI.

“Untuk WNI ini harus membayar tiket sendiri begitu, Pak. Jadi, janji temu itu harus sesuai dengan tanggal yang ditentukan dan tidak ada Repatriasi untuk WNI,” terang, Bapak Nasir, selaku Security KJRI Jeddah.

Lebih lanjut, Yani Suryani, membeberkan perilaku KJRI Jeddah, di mana sebelumnya ketika ada masalah ia kabur ke KJRI, namun tidak dianggap dan malah saya diusir dari KJRI Jeddah.

“Terus harus ke mana saya mengadu kepada duta perwakilan Indonesia? Saya tidak punya tempat tinggal, Pak. Ya Allah,” pungkasnya. (Uya)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *