dutapublik.com, PURWAKARTA – Komandan Citarum Harum Sektor 12 Kolonel CZI. Suyatrinu Wardedi bersama anggota melaksanakan sosialisasi penanganan Keramba Jaring Apung dan Program Citarum Harum lainnya Kepada Para Perangkat Pemerintahan di tiga Desa, yakni Desa Sirnagalih, Desa Tegaldatar dan Desa Citamiang bertempat di Aula Desa Sinargalih Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis (10/3).
Kegiatan Sosialisasi tersebut dilakukan Satgas Citarum Harum dalam rangka menegakan Peraturan Persiden (Perpres ) No. 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran Sungai Citarum.
Pada kegiatan tersebut, Suyatrinu Wardedi menyampaikan beberapa materi, antara lain progres gagasan Satgas Citarum Harum dalam mengatasi Gulma Eceng Gondok yang kini sangat menghambat mobilitas para Petani Keramba Jaring Apung dan rencana penataan serta penertiban Keramba Jaring Apung yang ada di Waduk Cirata.
“Saya sudah menghitung jumlah KJA yang ada di genangan Cirata. Maka dari itu aya mengajak para Kepala Desa untuk ikut serata dalam kelancaran program Negara ini,” ujarnya.
Disoal mengenai apa alasan melibatkan para kepala Desa, Ia menjelaskan, bahwa alasan melibatkan Kepala Desa karena pada sosialisasi sebelumnya pihaknya melibatkan pemerintah Daerah. Sekarang sengaja melibatkan para kepala Desa yang langsung bersentuhan dengan Waduk Cirata agar para kepala Desa ikut bertanggung jawab dalam penataan ketertiban dan mendata warganya yang mempunyai KJA di Wilayah Desa mereka masing-masing.
“Saya sengaja melibatkan para kepala Desa yang yang langsung bersentuhan dengan Air Waduk Cirata dengan harapan agar Kepala Desa ikut bertanggung jawab dalam penataan ketertiban dan saya mengimbau para kepala Desa agar
mendata kepemilikan KJA dan jumlah KJA di Wilayah Desanya masing-masing dan menata KJA sesuai dengan Zona atau tempat yang telah disediakan,” paparnya.
Lebih jauh Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Desa-desa yang ada di Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta saja, tetapi akan terus secara maraton dilakukan ke Desa-Desa di Kecamatan yang lain.
“Saya akan terus bergerak mengajak ke Desa-Desa lain yang berada di lingkungan Waduk Cirata kecamatan Maniis, Cikalongkulon Ciranjang maupun Cipeundeuy,” jelasnya.
Ia mengapresiasi warga Desa Sukagalih yang telah berkreasi memanfaatkan limbah Eceng Gondok menjadi bernilai ekonomis seperti topi, pas bunga, tas dan lain-lain. Mengenai pemasaran produk kerajinan tangan pihaknya akan membantu memfasilitasi melalui taman edukasi yang didirikan.
“Saya selaku Dansektor telah mendirikan taman edukasi yang berada di posko maupun di sub-sub sektor yang berada di tepi Waduk Cirata selain untuk memantau perkembangan Eceng Gondok dan aktifitas KJA, melalui pemanfaatan Eceng Gondok ini saya akan mengedukasi masyarakat lainnya agar Eceng Gondok ini dapat dimanfaatkan untuk pupuk, pakan unggas maupun bahan kertas. Ini bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.,” bebernya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Sirnagalih diwakili Kaur Kesra Anwar Musadad saat dimintai tanggapannya perihal kegiatan ini mengungkapkan pihaknya sangat mendukung terhadap program satgas Citarum Harum.
Ia mengimbau kepada warganya agar turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke Waduk Cirata.
“Saya mengimbau kepada Warga Masyarakat Desa Sukagalih khususnya agar tidak membuang sampah ke Danau Cirata yang memungkinkan berdampak pada pencemaran air,” imbaunya. (RS)





