dutapublik.com, MEMPAWAH – Pengurus Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (Demas STAI) Mempawah Kalbar, pada Senin (24/5), menghadiri Acara Pembinaan Sosial Tentang Radikalisme dan Separatisme Dandim 1202 Kabupaten Mempawah.
Maulida, selaku Sekretaris Demas STAI Mempawah mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda Pembinaan Komunikasi Sosial yang tujuanya untuk mencegah serta menagkal paham Radikalisme dan Separatisme.
Lebih lanjut, Maulida menerangkan, bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan.
“Kegiatan yang diselenggarakan Dandim 1202 ini, diikuti beberapa perwakilan dari Pemerintahan Desa, Instansi terkait, Perwakilan Ketua Suku, Perwakilan Tokoh Agama, Siswa serta juga Mahasiwa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah,” bebernya, kepada awak media dutapublik.com.
Adapun tema kegiatan tersebut tentang Penguatan Modernisasi Beragama Sebagai Upaya Mencegah Radikalisme.
Sementara itu, dalam Kepala Kemenag Kabupaten Mempawah H. Mi’rad yang juga selaku Narasumber menjelaskan, bahwa Radikalisme dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri kelompok tertentu yang mengedepankan kebenaran beragama menurut kelompoknya sendiri.
“Ciri dari Radikalisme adalah klaim kebenaran beragama bagi kelompok masing-masing dan penyebab dari Radikal adalah pengetahuan keagamaan yang rendah. Maka, saya mengajak untuk saling menghormati antar sesama kita,” ujarnya.
Ia mengimbau, agar selalu mengedepankan sikap toleransi dan hati-hati dalam bermedia sosial.
“Tentunya ini menjadi PR bagi Mahasiswa sebagai Agent of Change dalam menangkal dan mencegah Radikalisme demi terwujudnya kerukunan serta meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan keyakinan.”
“Oleh sebab itu moderasi ini harus di bangun secara sistematis, sehingga ada upaya-upaya yang serius. Dalam moderasi ini khususnya bagi pendidikan keluarga,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Andrina Sabariah selaku Ketua Umum Demas STAI Mempawah, mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1202 yang telah mengundang dan melibatkan Mahasiswa khususnya STAI Mempawah dalam kegiatan tersebut.
“Pertama, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dandim 1202 Mempawah, yang telah mengundang kami dalam kegiatan tersebut. Tentunya ini adalah sebuah kehormatan bagi kami serta berupa pengetahuan yang sangat penting dan perlu kami ketahui sebagai mahasiswa regenerasi bangsa Indonesia tercinta,” ucapnya.
Lanjutnya, Demas STAI Mempawah akan bersinergi dengan Pemerintah, termasuk Dandim 1202 untuk menangkal Radikalisme.
“Kedua, kami juga siap bersinergi dengan Pemerintah termasuk dengan Dandim 1202 untuk sama-sama menangkal paham Radikalisme, mengingat hal ini penting sekali di lakukan. Karena, kalau tidak ada upaya pencegahan, maka paham ini dapat mempengaruhi keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pihak Demas STAI Mempawah, kata Andrina, akan membantu mensosialisasikan tentang bahaya Radikalisme.
“Seperti yang telah disampaikan Bapak H. Mi’rad selaku Pemateri dalam kegiatan ini, bahwa Mahasiswa juga memiliki tugas untuk sama-sama mecegah paham Radikalisme. Maka, kami berkomitmen akan membantu dan mensosialisasikan terkait bahaya paham Radikalisme,” pungkasnya. (sandi)





