Di Mempawah, Sopir Truck Keluhkan Kelangkaan Solar

1231

dutapublik.com, MEMPAWAH – Para Sopir Drum Truck (DT) keluhkan sulitnya mendapatkan Solar di SPBU yang terletak di Desa Nusapati Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Sulitnya Solar utamanya di SPBU di Desa Nusapati bukanlah hal yang baru terjadi, hampir setiap harinya mobil Drum Truck bederet antre di pinggir jalan, baik samping kiri maupun samping kanan untuk mengantre pembelian Solar tersebut.

Menurut salah satu Sopir Truck berinisial K, antrean bukan hanya menunggu mobil di depannya tengah diisi oleh pekerja SPBU, namun karena stok Solar yang selalu kehabisan sehingga para Sopir tersebut menunggu Solar datang lagi keesokan harinya.

“Bukan waktu yang sebentar para Sopir mengantre, bahkan seringkali satu hari bahkan terkadang dua hari antre nunggu Solar datang,” ungkapnya, pada Rabu (16/3).

Selain itu, stok Solar juga terbatas datangnya dan diduga kuat juga ada pihak lain yang mengambil keuntungan dalam melakukan antrean Solar tersebut.

“Ada juga oknum yang melakukan penimbunan Solar dan dijual kepada pengepul mobil Truck Tangki,” sebutnya.

Menurut K, yang antre di sana itu banyak oknum antrean untuk penimbunan Solar.

“Dan mereka antre bolak balik sampai dua bahkan tiga kali, sedangkan Solar terkadang datang hanya 8 ton, akan tetapi dipotong katanya dua ton untuk Nelayan. Jadi jumlah untuk yang antre hanya 6 ton yang saya dapat dari pihak SPBU,” tutupnya.

Sementara, Sopir lain berinisial J, juga merasakan hal yang sama.

“Kami yang memang kerja angkut batu itu kalau ngantre Solar mulai dari jam 6 pagi. Ya terkadang dapat dan kalau datang antrenya agak siang pasti tidak akan dapat karena banyak pengantre itu yang berjejer. Yang kami merasa kecewa justru bukan digunakan seperti kami yang pergunakan untuk angkutan material, akan tetapi justru Solar tersebut dari hasil mereka antre ditimbun dan dijual suatu tempat gitu.”

“Harapan saya ke depannya agar enak mengantre bagi pengantre Solar, khusus oknum penimbun jangan bolak balik dan bisa enak dalam pengantrean,” bebernya.

Sopir lainnya yang tidak mau menyebutkan namanya, juga berharap agar dapat mengantre Solar dengan nyaman sehingga dapat bekerja dan memberi nafkah buat keluarganya.

“Keluh kesah dari kami cuman masalah Solar. Jadi mohon bantuan bagaimana caranya gampang untuk mengantre dan para oknum pengantre penimbun itu harus dibasmi aktivitas penimbunannya, karena ini hampir semua Sopir seperti kami yang memang kami manfaatkan untuk angkutan sangat meresahkan.”

“Karena terkadang kami tidak dapat Solar, sedangkan Solar yang mereka dapat itu dijual di tempat penimbunan dan informasi yang saya dapat, Solar dari hasil penimbunan tersebut dijual ke salah satu Perusahaan. Kalau seperti itu kan berarti dah melanggar aturan, itu kan Solar subsidi bukan non subsidi,” terangnya.

Ia berharap kepada Aparat Penegak Hukum untuk bertindak terkait adanya oknum tersebut.

“Kami mohon dan berharap agar kepada Pemerintah dan Kepolisian untuk usut tuntas masalah kami ini, karena terkadang kami tidak bisa bekerja karena tidak mendapatkan Solar. Udah Solar datang terbatas lalu dipotong dua ton ditambah lagi ada oknum pengantre penimbunan Solar,” harapnya. (Pathol Korib)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *