dutapublik.com, BEKASI – Dalam kasus ditangkapnya dua Auditor BPK Jawa Barat pada Hari Rabu 30 Maret 2022 yang lalu oleh Kejari Kabupaten Bekasi harus menjadi perhatian semua pihak terutama terkait pemicu ditangkapnya auditor BPK ini.
Penangkapan kedua Auditor BPK tersebut di saat sedang berada di ruangan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi.
Adapun kesalahan kedua Auditor BPK tersebut diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan memeras dan meminta puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah ke beberapa Puskesmas dan RSUD Cabangbungin di Kabupaten Bekasi.
Modus pemerasan dua Auditor BPK ini terkait adanya temuan laporan keuangan yang menurut Pegawai BPK tersebut bermasalah.
Dimana temuan ini tidak akan diungkap atau dibongkar kalau Puskesmas dan RSUD Cabangbungin mau memberikan sejumlah uang kepada kedua Auditor BPK tersebut.
Guna memantau dan mengawal perjalanan kasus tersebut DPD LSM Kompak Koalisi menegaskan tidak akan tinggal diam.
“Ini kasus sepertinya adem ayem tidak ramai lagi seperti pemberitaan pasca OTT, tidak ada kabar kelanjutannya bagaimana itu status kedua Auditor BPK tersebut apakah sudah jadi tersangka dan bagaimana status pihak-pihak yang memberikan uang tersebut, apa jadi tersangka apa tidak ini mesti transparan agar publik mengetahuinya,” ujar Sekretaris DPD LSM Kompak Koalisi, Kosim, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya DPD LSM Kompak Koalisi
dalam rangka mendapatkan jawaban atas permasalah di atas pada hari Rabu (6/4) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dengan tujuan ingin bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi tetapi malah diarahkan ke Kasie Intel.
“Tetapi saat ditelpon oleh resepsionis tim Intel, Kasie Intel tidak ada di tempat. Info dari orang resepsionis lagi pada sibuk. Jadi saya dan jajaran lainnya terpaksa balik tanpa ada informasi dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
“Insya Allah Minggu depan kami pun akan balik lagi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi guna mengawal kasus tersebut. Intinya biar di Bekasi ini bersih dari orang-orang yang korupsi,” ujarnya. (AS)





