dutapublik.com, CIMAHI – Oknum pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat, yang diduga kuat melakukan Pungli kepada para guru TK, dengan memungut iuran sebesar Rp75.000 per orang, yang konon katanya akan disetorkan kepada oknum di Disdik Kota Cimahi, sebagai tanda terima kasih, karena telah mendapatkan uang insentif setiap bulannya, sempat diberitakan di media online dutapublik.com, beberapa waktu lalu.
Kini, imbas dari pemberitaan dugaan Pungli tersebut, salah satu oknum lainnya berinisial Y, yang juga selaku pengurus IGTKI di Kota Cimahi, diduga kuat melakukan intimidasi kepada Guru TK.
Hal itu yang diceritakan salah satu guru TK di Kota Cimahi, sebut saja Ibu Guru Wati (nama samaran), kepada media dutapublik.com, melalui sambungan telepon selulernya, pada Jumat (19/5) malam.
“Setelah muncul berita dugaan pungli itu, Ibu Y, bilang ke saya, bahwa semua ini sudah diurus oleh Kepolisian. Malahan, wartawan penulis berita itu lagi dicari. Kata Ibu Y, di Cimahi juga dirinya sudah mempersiapkan beberapa wartawan untuk mencari wartawan penulis berita itu. Itu Pak, kata Ibu Y. Kalo gak salah setelah Lebaran dia ngomong begitu ke saya,” ujarnya.
Wati, mengungkapkan, bahwa di Kota Cimahi, iuran dugaan Pungli yang dibebankan kepada para guru TK tersebut, sudah berlangsung beberapa tahun ke belakang.
“Di setiap Gugus IGTKI, para guru TK akan dimintai uang sebesar Rp75.000, oleh petugas Gugus, yang nantinya akan bermuara ke Ibu W. Kata Ibu W, uangnya itu nanti akan diberikan kepada orang Disdik Kota Cimahi, sebagai uang terima kasih, karena para guru TK sudah mendapatkan insentif. Iuran pungutan ini dimintai setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri. Setelah Idul Fitri, kami dimintai juga uang sebesar Rp100.000, katanya untuk acara Halalbihalal,” ungkapnya.
Dikatakan Wati, bahwa dirinya sempat menanyakan kepada W, terkait penggunaan uang hasil iuran dari para guru TK tesebut.
“Setelah Lebaran, saya dan teman guru TK lainnya mendatangi rumah Ibu W. Di rumah Ibu W, saya menanyakan kepadanya, uang iuran yang kemarin dipungut dari setiap guru TK itu, untuk apa sebenarnya? Ibu W, menjawab, bahwa uang itu disetorkan ke orang Disdik Kota Cimahi. Di Kota Cimahi, guru TK dan guru PAUD kurang lebih seribu orang ada Pak,” bebernya.
Wati, berharap agar praktik Pungli tersebut, harus segera diberantas. Karena menurutnya, Gaji dan Insentif guru honorer TK dan PAUD per bulannya sangat minim.
“Jangan sampai ada lagi Pungli terhadap kami guru TK dan PAUD, yang mengatasnamakan Disdik atau Dinas terkait lainnya. Para ASN kan sudah mempunyai gaji tetap, masa sih mereka mau juga menyunat insentif yang menjadi hak kami,” harapnya.
Sementara, Y, saat dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, pada Jumat (19/5), terkait kebenaran informasi tersebut, Y, memilih bungkam seribu bahasa, dengan tidak membalas pesan WhatsApp konfirmasi tersebut. Padahal, pesan WhatsApp konfirmasi tersebut, tepantau centang dua dan sudah dibaca oleh Y.
Hal sama yang dilakukan N, selaku ketua gugus IGTKI di salah satu wilayah di Kota Cimahi, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, di waktu yang sama, N, tidak membalas pesan WhatsApp konfirmasi tersebut. Padahal, pesan WhatsApp konfirmasi tersebut, tepantau centang dua dan sudah dibaca juga oleh N.
Diketahui, bahwa bukti transfer uang dugaan Pungli berkedok uang tanda terima kasih tesebut, sudah dikantongi oleh media dutapublik.com. (Nendi Wirasasmita)






