Diduga Kuat Memenangkan Perusahaan Rekanan Kelebihan SKP, Kabag PBJ Dan POKJA Digeruduk

168

dutapublik.com, MADINA – Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Masyarakat Mandailing Natal Menggugat (GM3) geruduk kantor Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Mandailing Natal, Kamis, (22/08/2024).

Demo GM3 yang berlangsung di Kantor LPSE Kabupaten Mandailing dan Kejaksaan Negeri kabupaten Mandailing Natal ini untuk menuntut dan meminta keterangan dari Kabag PBJ dan POKJA terkait temuan GM3 di lapangan tentang proyek tender yang diduga adanya kongkalikong antara Kabag PBJ, Pokja, dan Pejabat Pembuat komitmen (PPK).

Ketua GM3 Madina, Hapsin dalam orasinya menyampaikan bahwa proses penetapan pemenang lelang dalam paket proyek di Kabupaten Mandailing Natal diduga tak sesuai prosedur.

Hal itu dibuktikan dengan fakta hasil penelusuran GM3 dengan terjun langsung ke lapangan dan membuka langsung melalui LPSE bahwasanya banyak perusahaan yang diduga telah kelebihan SKP tapi malah ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokja sehingga mereka menilai cacat prosedur.

Kelompok Kerja (Pokja) dituding mengatur tender dengan memenangkan perusahaan melebihi sisa paket pekerjaan.

Kata Hapsin dalam orasinya suatu perusahaan hanya dapat melaksanakan paket proyek pekerjaan konstruksi lebih dari 5 paket sebagaimana yang telah diatur melalui Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa, serta peraturan LKPP nomor 12 tahun 2024.

Kemudian, Hapsin juga menilai adanya beberapa dugaan terkait permasalahan tender untuk beberapa perusahaan peserta yaitu :

1. Kabag PBJ beserta Pokja diduga tidak memprovokasi berkas yg dilampirkan sehingga ada beberapa perusahaan yg diduga telah kelebihan SKP malah ditetapkan sebagai pemenang

2. Adanya dugaan pemalsuan berkas persyaratan sehingga sudah masuk hukum pidana.

“Maka berdasarkan keterangan diatas kami minta kepada APH untuk memanggil dan memeriksa Kabag PBJ Beserta Pokja, serta meninjau kembali penetapan pemenang tender beberapa perusahaan di Kabupaten Mandailing Natal,” ujarnya.

GM3 tegas meminta kepada Kabag LPSE atau Pokja untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaan dan temuan di lapangan untuk berdiskusi dan untuk mengklarifikasi dugaan tersebut. GM3 juga menilai kABAG BPJ atau Pokja tidak serius menyikapi tuntutan pihaknya karena tidak satu orang pun orang yang berkompeten hadir dalam kegiatan aksi tersebut.

Sementara itu, Kasubbag yang menjumpai massa mengaku dirinya tidak bisa menjawab semua apa yang menjadi pertanyaan mahasiswa. “Yang jelas saya akan upayakan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kepada pimpinan,” pungkasnya.(S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *