Diduga Sarat Kejanggalan, Warga Tanjung Anom Minta Transparansi Bantuan Sapi Pemerintah

259

dutapublik.com, TANGGAMUS – Beberapa warga Pekon Tanjung Anom harapkan perguliran program bantuan sapi dari pemerintah namun sayang sejak bantun tersebut diterima sekitar tahun 2014-2015 hingga tahun 2025 tak kunjung ada perguliran.

Warga yang meminta namanya untuk dirahasiakan mengatakan kalau ia sangat berharap kalau bantuan sapi yang diterima oleh Kelompok Tani yang diketuai oleh saudara Sunaryo. Namun sampai sekarang tak kunjung ada perguliran yang dilakukan walaupun warga banyak yang berminat untuk memelihara sapi bantuan tersebut.

“Sebenarnya saya juga kepingin memelihara sapi bantuan jika memang ada perguliran, tapi sampai sekarang belum juga ada perguliran, bahkan kalau saya amati sapi bantuan tersebut dipelihara oleh beberapa orang aja, sedangkan sapi-sapi itu sudah berulang kali beranak, sementara indukan sapi yang diterima saat itu ada 20 ekor,” ujar warga, Senin (20/1/2024)

“Kalau indukan sapi itu 20 ekor, kalau dari satu indukan dua kali saja beranak udah berapa, tapi faktanya tak seperti apa yang diharapkan bahkan sekarang sapi bantuan itu bisa dihitung hanya dipelihara oleh beberapa orang saja dan saya juga tau persis siapa-siapa yang memelihara sapi bantuan yang ada di Pekon Tangung Anom,” terang warga saat dikonfirmasi awak media dutapublik.

Lebih lanjut ia menjelaskan tidak mungkin ada perguliran bantuan sapi, karena setiap sapi-sapi bantuan itu beranak mereka setor ke Kelompok 30%. “Jadi kalau seperti ini sistemnya mereka sudah beli dengan kelompok jadi wajar kalau mereka merasa sapi tersebut sudah dibeli mereka dari kelompok,” terangnya.

“Lalu yang jadi pertanyaan kita siapa yang mengelola uang setoran 30,% tersebut dan dikemanakan apa dibelikan sapi lagi atau hanya dinikmati oleh segelintir orang, saya sangat senang kalau bantuan sapi yang ada di Pekon Tanjung Anom ini dipertanyakan,” ucapnya.

Yang pasti kata warga, bantuan sapi itu sudah lama dan sapi itu sudah beranak kalaupun sapi-sapi itu dijual lalu kemana hasil penjualannya kemudian pejantannya sekarang dimana, kalaupun ada yang mati itu pun tidak mati dikubur tapi dijual lalu uang penjualan sapi yang dipotong karena sakit dikemanakan.

Sementara beberapa Anggota kelompok yang memelihara sapi bantuan saat dikonfirmasi awak media dutapublik mengatakan kalau hitung-hitungannya 70% 30% ada yang setor ke kelompok , kalau yang lain, anggota kelompok tersebut mengaku tidak paham setor atau tidaknya.

“Untuk lebih jelasnya silahkan tanya sama ketua kelompok Pak Sunaryo, kalau saya hanya anggota cuma memelihara lalu kalau sapi yang saya pelihara beranak dan kewajiban saya ya itu setor 30% ke kelompok adapun uangnya dikemanakan saya gak tau,” tutupnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *