dutapublik.com, SAMBAS – Sebagai pejabat publik yang digaji oleh negara atau yang mengelola uang dari negara seharusnya bersikap sopan dan ramah apabila ada pihak yang menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sosial kontrol baik dari LSM, Ormas maupun Media. Namun kejadian tidak mengenakkan terjadi antara awak media dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Feri Madagaskar.
Pada saat itu awak media yang mencoba mengunjungi suatu Kantor Bupati Sambas hendak melakukan tupoksi selaku sosial kontrol namun diarahkan ke Kantor Sekda Sambas. Ada beberapa awak media sesuai arahan Bupati H. Satono untuk menemui Sekda dikarenakan Bupati sedang ada kegiatan di Cianjur.
”Nunggu siapa pak?” tanya Sekda
Salah satu awak media menjawab
“Nunggu Pak Sekda, karena kami diarahkan Pak Bupati untuk ketemu Pak Sekda.”
“Udah janjian sama saya? tak ada waktu saya mau ke DPR, ” ucap Sekda Kabupaten Sambas dengan ketus sambil mengarahkan ke Kasi TU Sekda
sembari langsung pergi tanpa menghargai awak media yang datang.
Sementara itu Bupati H. Satono mengaku prihatin dengan sikap Sekda Feri Madagaskar dalam melayani wartawan. ”Kalau memang demikian adanya, saya sangat prihatin dengan keadaan moral seorang pejabat tersebut, dan sangat menyayangkan sikap serta ucapan seorang pejabat publik Sekda dimana yang seharusnya selaku dari figur bisa menjadikan suri teladan baik bagi bawahan lebih lagi cara dalam menghormati tamu, ucap Bupati Sambas H. Satono via WhatsApp, beberapa waktu lalu.
Bupati juga meminta maaf tentang anak buahnya (Sekda) yang kurang Berkenan Bicaranya. “Saye Mohon Maaf lah, Staff Saye Kurang Berkenan Bicaranya, Mungkin Seperti Alergi terhadap Awak Media,” ucapnya lagi dalam pesan Whatsapp.
Setelah keluar dari Kantor Bupati,
Awak Media kembali mengkonfirmasi Bupati Kabupaten Sambas secara langsung. Bupati menerangkan sikap Sekda seperti itu karena diduga kecapaian bekerja dari pagi. “Kecapean Kali dari pagi,” ucapnya. (Abdul Muthalib)




