dutapublik.com, PEKANBARU – Pada Rabu (9/2), Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin kegiatan vaksinasi serentak se Indonesia melalui Zoom Meeting. Di Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H.
Di Bumi Lancang Kuning kegiatan dipusatkan di Balai Lembaga Adat Melayu Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru. Kapolda dan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Datuk HR Marjohan Yusuf dan pengurus mengikuti arahan Kapolri.
Dalam arahan Kapolri kepada seluruh Polda jajaran. Dia mengatakan, bahwa target vaksinansi saat ini adalah masyarakat dengan usia rentan. Karena dari angka-angka yang sudah ada, diperlukan strategi-strategi khusus dalam pelaksanaan akselerasi vaksinasi COVID-19.
Saat ini, jelas Sigit, angka tertinggi penyebaran COVID-19 terdapat di wilayah Jawa dan Bali. Sehingga ia berharap pihak terkait di wilayah ini perlu memaksimalkan akselerasi vaksinasi.
Mantan Kabareskrim ini berpesan, upaya melakukan akselerasi vaksinasi. Karena 2 minggu ke depan cenderung penyebaran COVID-19 akan bisa bergeser. Sesuai rata-rata pasien COVID-19 yang meninggal dunia adalah masyarakat lansia dan dinyatakan komorbit.
“Saya harap segera lakukan langkah-langka percepatan. Tentunya perlu melibatkan masyarakat yang ada untuk mengetahui masyarakat lansia yang belum divaksin, terus lakukan kegiatan door to door,” harapnya.
Perwira tinggi bintang empat ini menjelaskan, saat ini di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur adalah wilayah yang cepat perkembangan varian Omicron, dengan harapan, upaya pemerintah daerah untuk menekan angka penyebarannya.
“Saya harap pemerintah daerah siap dalam menekan angka penyebaran dan mengatur strategi khusus,” imbuhnya.
Untuk hari ini, sebut Sigit, angka varian Omicron terus meningkat. Di mana sebelumnya totalnya 26 ribu dan hari ini sudah mencapai 37 ribu.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Saat ini positif rate sudah di angka 10,30 persen, sudah meningkat tinggi,” sebutnya.
Dengan prediksi adanya peningkatan angka pasien, untuk satu hingga dua minggu ke depan, Sigit berharap jajarannya turut mempersiapkan strategi apa yang harus dilakukan.
“Saya harap ini kita persiapkan dengan baik strategi apa yang harus dilakukan. Kuncinya bagaimana jajaran bisa menyiapkan ketersedian obat obatan, bor dan rumah sakit,” ujarnya.
Maka, dengan adanya tantangan di depan, Sigit meminta jajarannya bersama pemerintah daerah agar terus kompak dan bergotong royong dalam penanganan COVID-19.
“Tantangan masih ada, terus kompak dan gotong royong dalam penanganan COVID-19,” imbaunya.
Usai mengikuti arahan Kapolri, selanjutnya, Kapolda Riau didampingi Ketua MKA LAM Riau, Ketua DPH LAM Riau, PJU Polda Riau dan Kapolresta Pekanbaru meninjau pelaksanaan vaksinasi dan memberikan bingkisan kepada peserta vaksin yang sudah melakukan vaksinasi.
Iqbal mengungkapkan, langkah Polri ini membantu pemerintah daerah untuk penyelenggaraan vaksinasi sebagai tugas Polisi sebagai pelayanan mengayomi dan pelindung masyarakat.
Ia mengatakan, pemberian bingkisan kepada para peserta karena adanya dukungan dari masyarakat, untuk menguatkan herd immunity di wilayah Provinsi Riau.
“Kegiatan ini untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan herd immunity bagi masyarakat Provinsi Riau. Sedangkan, pemberian bingkisan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat karena telah mendukung pemerintah dalam penanganan COVID-19,” paparnya.
Kegiatan vaksinasi di Kantor LAM Riau ini menyediakan 1500 dosis vaksin, dengan rincian Sinovac 573 Dosis, Pfizer 1667 Dosis dan jenis Astra Zeneca 140 Dosis.
Ditambahkan Iqbal, pihaknya pada kegiatan ini melibatkan 40 orang tenaga kesehatan yang dibagi menjadi 8 tim, terdiri dari Biddokes Polda 4 tim, RS. Bhayangkara, RS Awalbros, RS Aulia dan Zainab masing-masing 1 tim.
“Untuk sasaran vaksinansi kita hari ini masyarakat, lansia hingga pelajar,” pungkasnya.
Turut mendampingi Kapolda, Ketua MKA LAM Riau, Ketua DPH LAM Riau, Karo Ops Polda Riau, Dir Reskrim Um Polda Riau, Dir Reskrim Sus Polda Riau, Kabid TIK Polda Riau dan Kabiddokes Polda Riau serta Kapolresta Pekanbaru. (NH)





