dutapublik.com, MINAHASA – Imunisasi HPV digencarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI demi mencegah dan mengantisipasi sejak dini penyakit kanker serviks.
Dirjen P2P Kemenkes RI dr Maxi Rein Rondonuwu menyebut, setiap tahun di Indonesia ada sekira 40 ribu lebih kasus kanker serviks, dimana 20 ribu diantaranya meninggal karena terlambat penanganan.
“Oleh karena itu, imunisasi HPV ini sangat penting untuk masa depan anak-anak kita, terutama anak-anak putri untuk memproteksi dari kanker leher rahim,” sebutnya saat melakukan pencanangan imunisasi HPV di SD Negeri 8 Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (9/8/2023) hari ini.
Kepada awak media terkait pemberian vaksin HPV kepada perempuan bisa berpengaruh pada kehamilan, dengan tegas ia mengatakan bahwa pemberian vaksin HPV tidak berpengaruh terhadap gangguan kehamilan.
“Imunisasi atau vaksin HPV ini tidak sama sekali berpengaruh pada kehamilan perempuan. Jangan ada hoax nanti yang menyebut vaksin HPV bisa membuat perempuan susah hamil. Jadi vaksin HPV ini aman. Dan sangat baik, dilakukan pemberian vaksin sejak sekarang untuk mencegah serviks,” tegasnya.
Menurutnya lagi, deteksi awal dan imunisasi HPV ini adalah yang paling murah. Karena jika sudah dapat kanker serviks, kemoterapi dan pengobatan lainnya akan sangat mahal. “Jadi sebaiknya kita antisipasi dan lakukan pencegahan sejak dini,” tandas dia.
Turut hadir Bupati Ir Royke Oktavian Roring, M.Si., dan Wakil Bupati Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., Dandim 1302/Minahasa Letkol.Inf. Mutakbir, Kapolres Minahasa AKBP Ketut Suryana, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Diky Oktavia, S.H., M.H., dan jajaran. (EffendyV.Iskandar)


