Drainase Tak Dirawat, Jalur Citeko-Plered Jadi Langganan Banjir

390

dutapublik,com, PURWAKARTA – Jalur jalan raya Citeko-Plered Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, sudah menjadi rahasia umum dengan seringnya terjadi banjir setiap kali hujan turun.

Akibat banjir tersebut, bahkan genangan airnya tidak segera cepat surut, namun setelah beberapa hari baru bisa mengering.

“Sehingga sering terjadi macet ketika dilewati para pengendara yang melintasi titik jalan raya Citeko-Plered yang menjadi jalur penghubung ke wilayah Kecamatan Tegalwaru,” kata Suhim Setiawan, pengguna jalan yang sering melewati jalur tersebut kepada ada awak media, Minggu (3/10).

Baca Juga:  DPW Persadin Lampung Gandeng UTB Gelar PKPA Perdana

Lanjut Suhim, banjir tersebut diduga diakibatkan saluran drainase yang terdapat di sebalah kiri dan kanan jalan tidak terawat.

Keterangan Gambar 2 : Genangan Air Di Jalan Raya Citeko-Plered

“Saluran drainase tersebut dipenuhi dengan tanah, yang akhirnya jika hujan turun, air tidak mengalir lancar di dalam saluran drainase dan mengakibatkan air meluap dan menggenangi jalan raya dengan ketinggian hampir sekitar 50 centimeter,” ungkapnya.

Sedangan jalur tersebut, menurut Suhim, merupakan jalur alternantif bagi para penguna jalan untuk lalu lalang warga yang berbelanja menuju pasar Citeko.

Baca Juga:  40 Tahun Mengabdi Di Dunia Jurnalistik, Hotman P. Simanjuntak Rayakan Ultah Ke-71

“Untuk itu saya berharap Pemerintah terkait untuk segera memperbaikinya agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas dan juga tidak berdampak pada rusaknya jalan raya tersebut karena sering terendam air berhari-hari setelah turun hujan,” harapnya.

Sementara, Pj. Kades Citeko Enu Emuh, saat dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp menjelaskan, jika jalur jalan tersebut memang berada di wilayahnya.

“Untuk area masuk ke wilayah Desa Citeko, cuman pemeliharaannya oleh Bina Marga. Tapi sebelumnya sudah dikontrol sama Ambu,” terangnya. (Asep/Ivan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *