dutapublik.com, MANADO – Sebagai Wujud Persatuan Negara Indonesia, penyatuan tanah dan air yang dibawa masing-masing gubernur ke Titik Nol IKN memiliki filosofi dan maknanya, yang melambangkan persatuan dan bentuk kebhinekaan membangun IKN.
Presiden Jokowi bersama 34 Gubernur di Indonesia saat melakukan prosesi penyatuan tanah dan air di lokasi titik nol Ibu Kota Negara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, termasuk di dalamnya Provinsi Sulawesi Utara dimulai pada pukul 09.45 WITA.
Prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 Provinsi tersebut menyatu dalam sebuah wadah besar merupakan simbol dari kebhinekaan dan persatuan yang kuat dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara.
Kepala Negara menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat pemerintah daerah TNI-Polri, swasta dan seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan ibu kota negara ini akan sangat membantu apa yang dicita-citakan bisa segera terwujud.
“Jokowi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada lembaga-lembaga tinggi negara, MPR RI, DPR RI, DPD RI, Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Yudisial (KY), dan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung dimulainya pembangunan Ibu Kota Nusantara ini,” ungkap Presiden Jokowi
Sementara itu adapun Tanah dan Air yang dibawa oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey mewakili 15 kab/kota berasal dari Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa dengan dilakukan ritual bertempat di Watu Pinawetengan (red_ tanah leluhur toar lumimuut) oleh tokoh adat, bersama Pemerintah Kecamatan Tompaso dan Tompaso Barat kabupaten Minahasa.
“Tanah dan Air yang di bawah Gubernur Olly diisi dalam Belanga Tanah dan air dibulu/bambu, selanjutnya diserahkan Gubernur kepada Kepala Negara disatukan dikendi Nusantara titik nol pembangunan Ibukota Negara Nusantara.” (EffendyV.Iskandar)






