Gunakan Seragam Satpol PP Dan Bea Cukai, Gerombolan Mobil Plat Merah Resahkan Warga Desa Kertasari

1123

dutapublik.com, PURWAKARTA – Warga Desa Kertasari Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, digemparkan dengan  datangnya segerombolan orang berseragam dinas yang mengendarai sekitar 6 unit mini bus berplat merah berpencar di sekitar RT. 5 RW. 2 mencari keberadaan seorang warga yang bernama Asep Sodikin, pada Kamis (28/7) sekira pukul 15.00 WIB.

Kepada media dutapublik.com, pada Jumat (29/7), Asep Sodikin yang akrab dipanggil Asep Gantar tersebut menceritakan apa yang terjadi ketika dia sedang tidak berada di rumah dan segerombolan orang berseragam dinas mencari dirinya.

“Saya tidak tahu mereka itu siapa. Katanya mereka menggunakan seragam Satpol PP dan Bea Cukai. Katanya saya diduga menjual rokok tanpa pita Bea Cukai padahal kan saya jualan material bangunan,” terangnya.

Asep pun membeberkan, kalau tidak ada satu orang pun di antara mereka menerangkan siapa dan dari mana  baik ke tetangga ataupun ke pihak keluarga.

“Saya pengen buktikan gitu ke masyarakat bahwa saya itu benar-benar tidak bersalah lah, mencari kebenaran, siapa dia yang datang kemaren bergerombol pake baju Satpol PP dan Bea Cukai. Saya benar-benar tidak tau siapa mereka,” ujarnya.

Keterangan Gambar 2: Oknum Yang Menggunakan Seragam Satpol PP

Di tempat lain tim awak media pun mencoba untuk mencari tahu maksud dan tujuan kedatangan mobil-mobil berplat merah yang sempat direkam Handphone salah seorang warga itu kepada Kepala Desa Kertasari H. Talimuddin yang juga mengetahui kejadian tersebut.

Namun jawaban yang samapun terlontar dari sang Kades, kalau gerombolan nobil berplat merah itu juga tidak menerangkan siapa mereka dan ada keperluan apa mencari Asep Gantar.

“Pertamanya kan dia datang ke orang tuanya, dia dari Satpol PP dan yang lain-lain rekan-rekannya yang pake baju biasa. Habis itu katanya datang sekitar enam mobilan ke sini bahkan ditanya sama yang di depan Mesjid yang kebetulan seorang RW, mau ke Asep Gantar katanya.”

“Seharusnya kan nanya dulu, tolong hargain pemerintah setempat. Saya juga aneh di sini gak ada etika ataupun gimana, di sini juga gak ada keterangan sebagai apa? Tidak perkenalkan kalau saya dari Satpol PP atau dari mana atau dari pemerintahan setempat dari Kabupaten atau dari mana dari Bandung gak ngasih keterangan cuman mau ke si Asep Gantar,” tuturnya.

H. Talimuddin pun merasa heran dengan segerombolan tersebut yang dianggap sangat tidak menghargai pemerintahan setempat.

“Dari seragam mereka terlihat logo Satpol PP. Mereka itu kan dari instansi pemerintah, seharusnya mereka punya etika. Keberadaan Pemdes itu dianggap apa?,” (Doel/Asep Coklat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *