dutapublik.com, BEKASI – Polemik pembelian seragam di SMPN 1 Cikarang Timur memicu kegelisahan orang tua murid. Salah satu oknum guru diduga mengarahkan wali murid untuk membeli seragam di toko tertentu dengan harga yang dinilai sangat mahal, yakni mencapai Rp720.000 per paket.
Berdasarkan percakapan dalam grup WhatsApp “Paguyuban Walimurid 7A”, Taufikurrohman, guru di sekolah tersebut, mengirimkan pesan berisi peta lokasi dan rekomendasi pembelian seragam di Rizkiyah Fashion, toko yang terletak di dekat sekolah.
Dalam paket seragam seharga Rp720.000 itu, tercatat rincian: Baju batik, Baju koko, Celana olahraga + kaos, Topi, gesper, dasi, dan bet.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan keberatan. “Kami merasa berat dengan harga yang terlalu mahal. Dan kami merasa seperti dipaksa, karena guru mengarahkan kami ke toko itu,” ungkapnya, Sabtu (26/7/2025).
Sementara itu, guru yang disebut-sebut dalam percakapan, Taufikurrohman, tidak memberikan jawaban ketika diminta konfirmasi lebih lanjut di grup WhatsApp.
Lebih jauh, seorang anggota paguyuban bernama Youlai menyinggung aturan dari dinas pendidikan yang sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. “Tidak boleh, Bu. Jadi untuk beli seragam ditunjuk dari sekolah hanya untuk batik dan baju Olga (olahraga). Itu aturan dari dinas,” tulisnya dalam percakapan grup.
Kasus ini membuka dugaan adanya praktik terselubung dalam pengadaan seragam sekolah, yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena diduga menjadi ladang bisnis oknum tertentu.
Tim investigasi masih mencoba menghubungi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk meminta keterangan resmi. (Uya)






