dutapublik.com, MEMPAWAH – Petani yang terletak di Desa Peniraman RT 14 RW 07 Kecamatan Sungai Pinyuh Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu 3 Maret 2022 dengan antusias lakukan gotong royong panen padi meskipun pada tahun ini kurang maksimal hasil panennya.
“Kurangnya hasil panen diakibatkan dua faktor yang pertama faktor hama tikus yang sulit dikendalikan dan yang kedua naiknya harga pupuk yang membuat tanaman kurang maksimal dalam pertumbuhan padi,” ungkap Basir salah satu petani padi di Desa Peniraman.
Namun meskipun hasil panen saat ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya ia dan para petanu lain sangat bersukur karena masih bisa panen.
Ada juga sebagian petani yang dekat pesisir gagal panen di musim ini akibat naiknya air pasang, atau air asin yang mengakibatkan tanaman padi mati total.
Basir sempat khawatir akan air pasang tersebut sampai ke lokasi tanaman padinya.
“Kami sempat waswas waktu itu dengan air pasang akan sampai ke lahan kami, kami sudah pasrah,” ucap Basir.
“Tapi alhamdulillah tidak sampai hingga bisa panen meskipun sempat terkena hama tikus yang sulit untuk di kendalikan,” ucapnya.
Harapan Basir dan para petani yaitu semoga pemerintah dapat memperbaiki tanggul agar tidak waswas untuk menanam padi, karena kebanyakan petani yang lain gagal panen akibat naiknya air asin yang mengakibatkan tanaman padi mati total dan juga harga pupuk dapat dikontrol. (Abdul)


