Pangdam XIII/Merdeka Kerahkan Prajurit Padamkan Kebakaran Hutan Lindung Gunung Soputan

0

dutapublik.com, MITRA – Kebakaran hutan melanda kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, sejak Minggu (2/8/2026). Hingga Senin (3/8/2026), api masih membakar kawasan hutan, sementara titik-titik kebakaran dilaporkan semakin meluas hingga berada di luar jangkauan armada pemadam yang melakukan penanganan dari darat.

Menyikapi kondisi tersebut, Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P., segera memerintahkan prajurit di jajaran Kodam XIII/Merdeka melalui Korem 131/Santiago, khususnya personel Kodim 1302/Minahasa, untuk bergerak membantu penanganan kebakaran bersama pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.

Prajurit TNI AD diterjunkan ke lokasi guna memperkuat personel gabungan dalam upaya pemadaman, membuka akses menuju titik api, serta membantu mencegah kobaran api meluas ke kawasan hutan lainnya maupun permukiman warga.

Pangdam XIII/Merdeka menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI merupakan bentuk respons cepat sekaligus kepedulian terhadap bencana yang mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar mengutamakan faktor keselamatan selama bertugas, mengingat kondisi medan yang terjal, vegetasi yang kering, serta cuaca yang mendukung penyebaran api.

Kodam XIII/Merdeka terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh unsur terkait dalam upaya pengendalian kebakaran. Sinergi lintas instansi diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Selain itu, Pangdam XIII/Merdeka mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api di wilayah sekitarnya. Melalui kolaborasi seluruh elemen, diharapkan kebakaran di kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan dapat segera dikendalikan.
(Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *