Hilangnya Seorang Peziarah Gunung Sanggabuana Akhirnya Berhasil Ditemukan Dengan Kondisi Selamat

883

dutapublik.com, KARAWANG -.Satu orang dari rombongan Peziarah Gunung Sanggabuana di Kabupaten Karawang Jawa Barat, dinyatakan hilang pada Kamis (20/5).

Diketahui, Peziarah bernama Aris Ramdani itu terpisah dari rombongan setelah awalnya meminta izin untuk ke toilet. Aris Ramdani adalah warga Dusun Kobak Biru Desa Karang Mulya II Kecamatan Telukjambe Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Karawang Yasin Nasrudin mengatakan kronologis kejadian tersebut, bahwa Aris datang ke Gunung Sanggabuana bersama 14 orang lainya. Mereka adalah rombongan dari Tanjungpura, Kabupaten Karawang Jawa Barat.

“Pada Kamis sore, dia izin untuk buang air besar di toilet. Namun setelah ditunggu tak kunjung kembali ke rombongan, hingga dinyatakan hilang,” katanya.

Yasin mengatakan, Petugas kemudian mencari lelaki 17 tahun itu ke berbagai penjuru. Hingga pada Jumat, (21/5) pagi, Aris ditemukan selamat di sebuah jurang. Namun kondisinya amat lemas dan kedinginan.

“Korban lalu dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan,” imbuhnya.

Gunung Sanggabuana di Kabupaten Karawang, lanjut Yasin, adalah kawasan hutan yang kerap dikunjungi peziarah dan wisatawan. Di Gunung dengan ketinggian 1.291 meter dari permukaan laut ini, terdapat makam Ki Sapujagat.

Dari puncak gunung, wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Karawang hingga bendungan Jatiluhur yang terletak di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Para pendaki biasanya membutuhkan waktu enam hingga delapan jam untuk sampai di puncak Gunung Sanggabuana.

Di sana juga, Yasin menerangkan, terdapat lokasi latihan anggota Komando Strategis Angkatan Darat atau Kostrad pada lahan seluas 500 hektare, yang terbentang dari Jatiluhur, Cibenda hingga Sanggabuana. Gunung Sanggabuana yang berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bogor, ini juga diusulkan agar menjadi kawasan hutan lindung.

“Di sana hidup hewan endemik, seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Surili, Lutung Jawa, Sigung Jawa, hingga Macan Kumbang. Gunung Sanggabuana juga memiliki kawasan kalsit atau batu gamping,” pungkasnya. (daryat/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *