dutapublik.com, KARAWANG – Pemerintah Desa Gempolkarya sebelumnya sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) untuk anggaran Covid-19 kepada masyarakat sebanyak 150 KPM.
Kali ini, kembali mengalokasikan Dana Desa (DD) Tahap 1 Tahun 2021 untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Sarman (65), warga Dusun Cibarusah RT. 03 RW. 01 Desa Gempolkarya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, pada Jum’at ( 21/5).
Seperti dikatakan Kepala Desa Gempolkarya H. Sadi, pada saat pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Rumah milik Sarman secara simbolis, program Rutihalu ini bersumber dari Dana Desa Tahap 1 Tahun 2021 yang dialokasikan untuk Program penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD), Pembangunan Infrastuktur, dan untuk Program Sustainable Development Goals (SDGS).
Selain penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), kata H. Sadi, Pemerintah Desa Gempolkarya bersama masyarakat juga bersepakat untuk membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Kemudian yang kedua adalah Bedah Rumah Tidak Layak Huni. Menjadi keputusan Kami dan Masyarakat, bahwa Bedah Rumah Tidak Layak Huni dengan pertimbangan bahwa masih banyak rumah warga yang tidak layak huni,” ungkapnya.
Lebih lanjut H. Sadi mengatakan, pihaknya bersyukur, budaya gotong-royong warganya masih kental. Sehingga antusias untuk membantu meringankan warga lain yang membutuhkan pertolongan pun masih sangat tinggi, terbukti salah satu rumah yang mendapat bantuan rutilahu atas nama Sarman, proses bedah rumahnya dibantu sekitar kurang lebih 15 orang secara sukarela.
“Saya berharap kedepannya ada bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Karena masih banyak rumah warga yang tidak layak huni untuk mendapatkan program Bedah Rutilahu,” pungkasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Sarman, salah satu masyarakat yang menerima manfaat mengatakan, drinya sangat bersyukur mendapatkan program Rutilahu.
“Sangat bersyukur bagi masyarakat mah, atas pengertian Kepala Desa yang lama maupun yang baru.”
“Ya mudah-mudahan yang baru bisa menjalankan tugasnya dengan baik, terutama kalau di kampung mah namanya harus bermasyarakat lah, ya satu Kepala Desa apalagi stafnya dari RT, ya Kadusnya, sebagai masyarakat sudah banyak terima kasih dengan adanya program bedah Rutihalu,” ucapnya. Sumber Ahmad (Radi)






