dutapublik.com, KARAWANG – Perekrut atau sponsor nakal asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang merekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau ilegal yang ditempatkan ke negara Timur Tengah, cukup banyak jumlahnya.
Di antaranya yaitu, Hj. Yanti, warga Desa Ciptamargi Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Rasim alias BJ, warga Desa Kertamulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, dan H. Umar, warga Desa Kertamulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang.
Hj. Yanti, Rasim alias BJ, dan H. Umar, pada tahun 2019, diduga kuat adalah oknum perekrut yang merekrut dan memroses PMI Linda Encam Darti (36), warga Desa Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, yang saat ini dikabarkan meninggal dunia di Erfan Hospital, Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (8/5/2024), setelah sebelumnya menjalani perawatan medis karena mengalami pendarahan di otak dan penyakit lambung yang dideritanya.
Kabar meninggalnya, Linda Encam Darti, didengar oleh kakak kandungnya yang bernama, Kalong. Kalong, mendengar kabar tersebut dari salah seorang PMI Timur Tengah yang merawat, Linda Encam Darti, selama di Erfan Hospital.
“Assalamualaikum Pak, Linda, meninggal dunia. Meninggalnya kemarin Subuh (Rabu, 8 Mei 2024). Saya dapat kabar dari temennya Linda. Saya dan keluarga minta jenazahnya dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya, kepada media dutapublik.com, pada Kamis (9/5/2024) sekira pukul 23.15 WIB.
Hj. Yanti, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, mengakui bahwa dirinya yang merekrut, Linda Encam Darti, dan diproses oleh sponsor bernama Rasim alias BJ, dan H. Umar.
“Iya, saya kenal dengan Linda. Linda saya serahkan kepada Pak BJ. Dari Pak BJ, diproses ke H. Umar. Setelah itu saya tidak tahu, Linda, diproses kemana lagi?,” katanya, pada Jumat (10/5/2024).
Sementara, Rasim alias BJ, ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, melalui telepon dan pesan WhatsApp, pada Jumat (10/5/2024), Rasim alias BJ, memilih BUNGKAM seribu bahasa hingga berita ini dipublikasikan. Hal yang samapun dengan H. Umar, nomor telepon miliknya tidak bisa dihubungi. (Nendi Wirasasmita)





