IPI Komcat Penjaringan Gandeng Yayasan suRCI Ajukan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pemulung

84

dutapublik.com, JAKARTA – Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Komisariat Kecamatan (Komcat) Penjaringan bekerja sama dengan Yayasan suRCI mengajukan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pemulung yang berdomisili di wilayah Penjaringan. Kegiatan ini berlangsung di lapak pemulung milik Enok Yuni, RT 04/RW 010, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara pada 3 Oktober 2025.

Ketua IPI Komcat Penjaringan, Hamzah, mengatakan bahwa program ini bertujuan membantu para pemulung agar memiliki jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, pekerjaan sebagai pemulung sangat rentan terhadap risiko keselamatan kerja.

“Dengan memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan, jika suatu hari terjadi hal yang tidak diinginkan hingga meninggal dunia, maka keluarga yang ditinggalkan akan menerima klaim asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta untuk ahli warisnya,” ujar Hamzah.

Enok Yuni, pemilik lapak rongsokan sekaligus Sekretaris IPI Komcat Penjaringan, menjelaskan bahwa ada beberapa persyaratan untuk bisa mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan melalui program ini.

Pertama, pemulung harus menyerahkan fotokopi KTP/KK sebagai syarat menjadi anggota IPI Komcat Penjaringan. Kedua, setiap pemulung wajib menyetorkan hasil pencarian barang bekasnya ke lapak yang telah ditentukan oleh Komcat Penjaringan.

Hasil barang bekas tersebut akan ditimbang dan dihargai sesuai dengan harga pasaran, tanpa ada potongan dari pengepul. Selain itu, setiap anggota ditargetkan mengumpulkan minimal 50 kilogram sampah plastik per bulan. Jika target tersebut tercapai, anggota akan mendapatkan bonus berupa voucher belanja senilai Rp100 ribu yang bisa digunakan di Alfamart.

Program ini juga menanggung premi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis selama satu tahun penuh.

“Ke depan, kami berharap seluruh anggota dan pengurus IPI bisa bersama-sama mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera, bahagia, dan tidak kebingungan lagi saat membutuhkan pertolongan. Semoga melalui kebersamaan ini kita dapat meraih kesetaraan hidup yang lebih baik,” tutup Hamzah. (Bule)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *