Jalan Rusak Parah Dan Sungai Tanpa Jembatan, Warga Pekon Sampang Turus Harapkan Perhatian Pemkab Tanggamus

508

dutapublik.com, TANGGAMUS – Sabtu (5/2), kondisi jalan yang kian buruk ditambah lagi sungai tanpa jembatan penyebarangan menjadi kendala terbesar. Itulah yang dikeluhkan warga Pekon Sampang Turus Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Untuk menuju Pekon itu, warga harus tiga kali menyeberangi sungai tanpa jembatan penyeberangan. apalagi ketika kebetulan debit air meningkat karena hujan maka akan terisolir. Warga setempat sangat berharap adanya pembangunan jembatan.

Padahal jarak tempuh yang dibutuhkan untuk menuju Pekon Sampang Turus dari Pekon Sumur Tujuh sangatlah dekat, kurang lebih 5 KM. Namun, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit karena melewati jalan bebatuan dan turunan terjal berkelok.

Pengendara roda dua harus Ekstra hati-hati saat melintasi turunan bebatuan, begitu juga sebaliknya, tak jarang pengendara harus mendorong kendaraan saat menanjak karena jalan berlubang, berbatu dan berkelok.

Sebelum sampai di pemukiman warga, ada dua titik sungai tanpa jembatan yang harus diseberangi dengan kedalaman selutut orang dewasa jika kondisi normal, namun jika musim penghujan kedalaman sungainya bisa mencapai leher orang dewasa dan alira airnya juga deras.

Setelah itu, sampailah di pemukiman warga di Dusun I. Sedangkan untuk menunju Kantor Pekon di Dusun II, kembali menyeberangi sungai tanpa jembatan lagi, namun bibir sungainya lebih lebar dan lebih ekstrim karena banyak batu-batu besar.

Mata pencarian penduduk Pekon Sampang Turus sebagian besar adalah petani, hasil pertaniannya melimpah, seperti pepaya, pisang, kakao, kelapa dan hasil pertanian lainnya. Namun hasilnya tidak sebanding dengan ongkos ojek yang dikeluarkan.

Salah satu warga Pekon setempat mengungkapkan, hal yang paling dinantikan dari pemerintah daerah maupun pusat adalah pembangunan jembatan, sebab jika tiba musim penghujan akses jalan terputus.

“Sengsaranya kalau musim hujan, air sungai besar dan deras, tak jarang kami panggul kendaraannya saat menyeberangi sungai, lebih lagi kalau ada warga yang sakit, mobil ambulans gak ada gunanya, karena gak bisa nyeberang sungai,” ungkapnya.

Sementara, Aparat Pekon Sampang Turus Gunawan, berharap ada perhatian dari Pemkab Tanggamus, karena masyarakat butuh jembatan. Selain untuk kepentingan warga, juga untuk kepentingan pemerintahan.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, kalau tidak ada jembatan, bagaimana kami bisa menyeberangi sungai saat musim penghujan, udah jalannya hancur tambah lagi gak ada jembatan,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *