Janji Masuk TNI Berujung Penipuan: Oknum Serka Kodim Kebumen Dituding Jual SHM Korban dan Gagal Penuhi Janji

169

dutapublik.com, SEMARANG – Setelah sebelumnya mencuat dugaan penipuan rekrutmen CPNS, kali ini media Dutapublik.com kembali menemukan dugaan praktik serupa yang melibatkan oknum anggota Kodim 0709 Kebumen, Jawa Tengah, berinisial MHS yang berpangkat Serka.

Korban dalam kasus ini adalah seorang pemuda asal Magelang, sebut saja Soleh (23). Kepada wartawan Dutapublik.com, Soleh mengungkapkan bahwa perkenalannya dengan MHS bermula dari janji sang oknum untuk membantu dirinya lolos seleksi Calon Tamtama TNI Angkatan Udara (AURI) 2024. Untuk “bantuan” tersebut, MHS meminta uang sebesar Rp50 juta serta surat hak milik (SHM) atas sebidang tanah seluas 420 m² di Purworejo, Jawa Tengah, sebagai jaminan.

Namun kenyataannya, Soleh tidak lolos seleksi AURI. Ia kemudian memutuskan untuk mengikuti seleksi Calon Tamtama TNI Angkatan Darat (TNI-AD) dan akhirnya dinyatakan lulus murni berdasarkan prestasinya sendiri.

“Alhamdulillah, saya bisa lulus karena usaha dan kemampuan saya sendiri, bukan karena bantuan siapa pun,” ujar Soleh, Minggu (13/7/2025).

Soleh menuturkan, dalam seleksi di Magelang, ia meraih peringkat ke-6, dan saat seleksi pusat di Klaten, ia berhasil masuk peringkat ke-20. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui dokumen resmi dari pihak panitia seleksi.

Namun yang mengherankan, MHS tetap mengklaim bahwa kelulusan Soleh adalah berkat bantuannya. Hal ini memicu kecurigaan dari Soleh dan keluarganya bahwa mereka telah menjadi korban penipuan.

Yang lebih mengejutkan, menurut penuturan kedua orang tua Soleh, SHM tanah yang dijadikan jaminan oleh MHS telah dijual secara sepihak. “Tanah itu sudah dijual oleh MHS, dan katanya laku sekitar Rp80 juta. Tapi kami nilai harga itu tidak wajar,” ungkap orang tua Soleh saat ditemui di kediaman mereka di Magelang.

Kini, keluarga Soleh menuntut agar seluruh dana dan aset yang telah diserahkan dikembalikan. Kasus ini telah menambah daftar dugaan penipuan berkedok rekrutmen oleh oknum yang sama dan diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum serta institusi terkait. (Achmad Zubayri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *