dutapublik.com, PURWAKARTA –Terkait pemberitaan dugaan Kades Citalang Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, H.Tolib, yang sebelumnya menurut informasi dari warga setempat telah memotong/peuncit upah kerja, proyek pemadatan jalan kampung Tegaljarah mendapatkan respon dari Kades.
Menurut Kades Citalang H. Tolib, kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu karena dalam pembangunan swadaya dan tidak ada angaran untuk belanja matrialnya, kata Kades,
Kamis (12/1) ,pada awak media.
Lanjut Kades, proyek tersebut berasal dari anggaran bantuan Provinsi Jawa
barat dengan jumlah Rp.86.250.000
untuk pemadatan pengerasan jalan
dengan lebar,2,5 meter dan panjang
1500 meter dan kekurangannya dari swadaya.
“Untuk upah kerja mereka yang dibayar Rp100 ribu tersebut yang
bekarja 2 hari karena per hari upah
dari sananya hanya Rp50 ribu per
orang,” ujar Kades.
Masih kata Kades, pekerjaan tersebut juga dikerjakan warga Desa Citalang dan Karang Taruna desa. “Jadi mereka hanya miskomunikasi saja tidak semuanya paham aturan pengerjaan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meuncit/memotong upah pekerja proyek. “Saya selaku kades sama sekali tidak memotong atau meuncit upah. Mereka kita beri upah sesuai lamanya bekerja,” pungkas kades. (Asep Coklat)





