dutapublik.com, BLORA – Kepala Divisi Regional (Kadivre) Jawa Tengah Perum Perhutani, Suratno, melaksanakan kunjungan kerja ke Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Kabupaten Blora, Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memberikan arahan strategis terkait pengelolaan dan pengembangan usaha KPH Randublatung di tengah dinamika sektor kehutanan yang terus berkembang.
Dalam kunjungan tersebut, Suratno didampingi Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, jajaran manajemen KPH Randublatung, serta seluruh Asper/KBKPH se-KPH Randublatung.
Sejumlah lokasi menjadi sasaran kunjungan, di antaranya Persemaian Kapuan, Kantor KPH Randublatung, Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Randublatung III, serta Pos 22 Ngliron.
Di setiap lokasi, Suratno berdialog dengan jajaran pengelola lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi aktual, potensi, tantangan, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja KPH Randublatung.
Dalam arahannya, Suratno menekankan pentingnya memahami bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
“Jabatan itu bukan hak, tetapi amanah. Karena itu, setiap orang yang diberikan kepercayaan harus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” ujar Suratno.
Selain itu, Suratno menyoroti struktur pendapatan KPH Randublatung yang saat ini masih sangat bergantung pada sektor kayu. Menurutnya, sekitar 99 persen pendapatan KPH Randublatung masih berasal dari kayu.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama. KPH Randublatung didorong mulai membangun portofolio usaha dari sektor lain sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika bisnis kehutanan yang sulit diprediksi.
“Ke depan harus mulai membuat portofolio usaha di bidang lain selain kayu. Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Dinamika ke depan tidak selalu bisa diprediksi, sehingga diperlukan diversifikasi usaha agar perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan berkelanjutan,” katanya.
Suratno juga mendorong evaluasi terhadap jenis tanaman yang dikembangkan di kawasan hutan. Jenis tanaman dengan nilai ekonomi rendah atau kontribusi pendapatan yang kurang optimal, menurutnya, perlu secara bertahap dipertimbangkan untuk digantikan dengan tanaman yang memiliki prospek ekonomi lebih baik, dengan tetap memperhatikan karakteristik lahan dan kebutuhan pasar.
Sejumlah jenis tanaman seperti mahoni, jabon, balsa, serta tanaman produktif lainnya disebut dapat menjadi alternatif pengembangan yang memiliki nilai ekonomi dan prospek pasar.
Menurut Suratno, pengelolaan hutan tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, teknologi, kebutuhan pasar, serta peluang usaha baru.
“Ciptakan inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman. Jangan terpaku pada pola lama. Kita harus mampu membaca peluang, berani melakukan perubahan, dan terus mencari terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” tegasnya.
Sementara itu, Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan yang diberikan Kadivre Jawa Tengah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi seluruh jajaran KPH Randublatung untuk terus meningkatkan kinerja.
Rovi memastikan jajaran KPH Randublatung siap menindaklanjuti arahan tersebut, khususnya dalam pengembangan potensi usaha, peningkatan produktivitas, optimalisasi aset dan sumber daya hutan, serta penguatan inovasi di masing-masing wilayah kerja.
“Kami menyampaikan terima kasih atas arahan dan motivasi yang diberikan Bapak Kadivre. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus semangat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. KPH Randublatung siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperkuat kerja sama seluruh jajaran, menggali potensi yang ada, dan mengembangkan inovasi usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Rovi.
Ia menambahkan, koordinasi akan terus diperkuat mulai dari tingkat manajemen hingga jajaran lapangan. Peran Asper/KBKPH dan seluruh jajaran dinilai penting dalam menerjemahkan kebijakan perusahaan menjadi langkah nyata di lapangan.
Kunjungan kerja Kadivre Jawa Tengah diharapkan semakin memperkuat semangat jajaran KPH Randublatung dalam menghadapi tantangan pengelolaan hutan ke depan. Selain mempertahankan kinerja yang telah dicapai, KPH Randublatung didorong terus mengembangkan inovasi dan sumber usaha baru agar mampu tumbuh secara sehat, adaptif, produktif, dan berkelanjutan. (Yasin Al Amin)






