dutapublik.com, CIANJUR – Kepala puskesmas Cikongkulon dr. Budi Bahtiar mengapresiasi program Cekas Manjur (cek kesehatan masyarakat Cianjur) yang digulirkan pemkab Cianjur dalam rangka mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur.
“Jadi memang sesuai dengan program pemkab Cianjur, sekarang kita lagi menaikan angka IPM khususnya bidang kesehatan, maka dari itu untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat munculah program cekas, ” ungkap dr. Budi saat dikonfirmasi dutapublik.com di sela kegiatan cekas manjur bertempat di pondok pesantren Raudhatul Falah Kampung Leuwi Bungur Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon Cianjur, Jum’at (11/11).
Lanjutnya, tentunya dengan program ini diharapkan bisa menilai, mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat dalam bentuk pemeriksaan kesehatan.
” Pemeriksaan yang kita lakukan baik itu tekanan darah dan beberapa pemeriksaan laboratorium sederhana lainnya, yaitu gula darah Asam urat dan Kesterol, ” sambungnya.
Dikatakan dr. Budi bahwa setelah program cekas berjalan selama dua bulan berdasarkan informasi yang diperoleh kasus penyakit yang ada relatif menurun.
” Alhamdulillah setelah dua bulan kegiatan ini, tadi pak bupati memberikan informasi bahwa kasus penyakit yang ada sekarang lebih menurun, artinya kita bisa memberikan kesimpulan bahwa program cekas ini dapat mendeteksi lebih dini keadaan situasi kesehatan pribadi atau individu masyarakat tidak sampai kepada perawatan yang lebih jauh lagi,” ungkapnya.
Disinggung soal seberapa pentingnya program cekas bgai masyarakat, ia menjelaskan bahwa masyarakat harus dapat memanfaatkan program ini karena di samping program ini gratis juga dapat dijadikan data base yang bisa digunakan apabila diperlukan.
“Untuk masyarakat, ini harus dimanfaatkan karena cekas ini gratis tidak ada biaya sepeser pun, hanya masyarakat membawa KTP atau KK karena ini akan kita simpan dalam data base secara online, sehingga data tersebut tersimpan rapih dan bisa di recall kembali apabila kita memerlukan untuk pemetaan kesehatan kita, ” paparnya.
Kegiatan cekas yang dilakukan puskesmas Cikalongkulon secara runtut dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang disesuaikan dengan situasi kondisi, juga ketersediaan tenaga kesehatan yang ada.
“Acara dilakukan roundown disesuaikan dengan kemampuan tenaga nakes kita. Sebetulnya ini dilakukan tiap hari dari lokasi ke lokasi yang lain. Kebetulan hari ini ada kegiatan dengan bapak bupati juga dengan para ustadz dan para santri dan ini memudahkan kita untuk bisa memeriksa masyarakat,” jelas dr. Budi.
Sedangkan untuk teknis kegiatan cekas dapat dilakukan dengan cara warga datang langsung ke puskesmas untuk melakukan cek kesehatan, ataupun bisa juga puskesmas datang ke lokasi apabila warga yang mau melakukan cek kesehatan dalam jumlah yang banyak sehingga kurang memungkinkan untuk datang langsung ke puskesmas.
“Soal pihak puskesmas datang ke desa-desa, nanti diharapkan seperti itu, tetapi kita Pleksibel saja, bisa kita yang datang ke sana tapi diusahakan jangan sampai satu dua, kalau sedikit bisa datang ke puskesmas, kalau banyakan kita datang ke lokasi, ” pungkasnya. (Hans/RS).





