Kawal Kasus Wartawan Dicekok Air Kencing, SWI Minta Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe Bentuk TGPF

413

dutapublik.com, KARAWANG – Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Karawang turun ke jalan melakukan Aksi Solidaritas mengecam atas perlakuan AA oknum PNS Pemda Karawang yang diduga melakukan kekerasan kepada wartawan.

Atas kekerasan terhadap kedua wartawan yang diduga dilakukan AA, Ketua SWI Kabupaten Karawang, A. Yusup meminta pihak berwajib serius untuk mengungkap, bila disepelekan resikonya besar sekali, karena Pers adalah pilar ke 4 dalam konstitusi.

“Kasus yang dialami kedua wartawan merupakan penghinaan terhadap Pers, bukan cuma kekerasan fisik, dan intimidasi minum air kencing,” ujar Yusup.

A. Yusup juga meminta agar Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe (KWIB) untuk membentuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mengusut kekerasan terhadap wartawan dimaksud, dengan cara menelisik fakta lapangan, kronologi, saksi-saksi dan barang bukti di tempat kejadian.

“Sikap sombong AA aparatur sipil negara yang telah melakukan kekerasan terhadap Pers sebagai pilar ke 4 merupakan penghinaan terhadap konstitusi, diduga kuat direncanakan dan sengaja dilakukan,” ungkap Yusup.

Kelakuan AA sebagai ASN Pemda Karawang dan terduga lainnya, kata Yusup harus ditindak tegas, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk untuk kerja Pers. “Tindakan kekerasan bukan saja menjatuhkan nama baik ASN, kredibilitas PNS tapi akan melemahkan konstitusi dan Undang-undang Pers,” ungkapnya.

SWI juga meminta pihak berwajib dan pihak lainnya untuk profesional, tegak lurus dalam menangani tindakan penghinaan disertai kekerasan terhadap wartawan.

Apalagi kata Yusup, kejadian kekerasan dan persekusi terhadap Wartawan di Karawang bukan pertama kalinya, dalam tahun 2022 sudah tiga kali terjadi, semua dilakukan oleh pejabat publik.

“Kemerdekaan pers yang merupakan wujud kedaulatan rakyat akan kembali terulang-ulang, dihambat dan kerja wartawan akan dihalangi, apabila tidak ada efek jera, tegakan hukum dan keadilan,” ujarnya. (Bunsal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *