dutapublik.com, MINAHASA –Perundungan atau bullying pada dasarnya adalah prilaku yang tidak menyenangkan baik secara verbal fisik, ataupun sosial didunia nyata yang membuat seorang tidak nyaman, Sakit hati dan tertekan.
Informasi yang berhasil dirangkum awak media ini,
Salah satu orang tua murid yang anaknya mendapatkan perlakuan bullying di satuan pendidikan SD untuk kesekian kalinya terulang lagi dijam sekolah pekan kemarin.
Bullying terhadap salah seorang anak korban oleh anak dari salah satu pengurus gereja dan orang tuanya kerja di salah satu bank ini terindikasi melakukan pemukulan terhadap seorang anak sampai berulang kali hingga mengakibatkan memar di badan hingga kepala anak tersebut terasa sakit.
Terkait hal ini salah satu orang tua anak yang mulai tak sabar melihat perlakuan anak tersebut menyampaikan, kelihatan guru – guru cuek dan dibiarkan hal tersebut terjadi berulang – ulang semoga jangan seperti itu.
Karenanya oleh Banyak pihak termasuk salah satu Tokoh Peran pendidikan berharap agar kasus ini jangan dibiarkan atau bahkan ditutupi, jangan nanti ada korban jiwa baru ditindak .
“Jadi kami memohon kepada pihak kepala sekolah terutama kepada yayasan untuk dapat menindaklanjuti kasus bullying yang terjadi disekolah tersebut agar tidak sampai terjadi kasus yang sama.” Tegasnya
Karenanya terkait hal ini Upaya Pencegahan Oleh Satuan Pendidikan diharapkan Adanya Layanan Pengaduan Kekerasan untuk melaporkan bullying, Memberikan bantuan bagi siswa yang menjadi korban, kemudian kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat memberikan keteladanan dengan berprilaku positif tanpa kekerasan.
Lebih jauh Kebijakan anti bullying ini harus dibuat komitmen bersama memastikan sarpras disatuan pendidikan tidak mendorong anak berprilaku bullying. “Utama
Ikut membantu teman yang mendapat bullying, memahami dan menerima perbedaan tiap individu dilingkungan sebaya, dan Stop bullying / perundungan.” (Effendy/tim)


