dutapublik.com, BANDUNG – Pendidikan Masyarakat kembali menunjukkan perannya dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jumat (23/1/2026), lahir sebuah karya akademik yang menawarkan pendekatan baru dalam pendidikan keuangan berbasis nilai Islam.
Dalam sidang tersebut, Illa Susanti, Ketua STAI Siliwangi Garut, resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Masyarakat setelah mempertahankan disertasi tentang pengembangan Islamic Financial Life Skills (IFLS) sebagai model pendidikan keuangan bagi masyarakat dewasa.
Penelitian ini menjadi sangat relevan di tengah maraknya persoalan keuangan masyarakat, seperti pinjaman online ilegal, judi online, hingga investasi bodong. Permasalahan tersebut kerap menjerat masyarakat bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga akibat rendahnya literasi keuangan, sikap, serta kemampuan pengambilan keputusan finansial.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Dr. Sardin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FIP UPI, dengan tim promotor Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., dan Dr. Iip Saripah, M.Pd.. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Yusnadi, M.S. dan Prof. Dr. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd.
Sidang ini turut dihadiri tokoh Pendidikan Masyarakat Prof. Ihat Hatimah, M.Pd., serta Ketua Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, Dr. Yanti Santini, M.Pd.
Penelitian tersebut menegaskan bahwa persoalan keuangan masyarakat tidak cukup diselesaikan melalui ceramah atau pengetahuan teknis semata. Banyak individu sebenarnya memahami risiko pinjaman online atau investasi bodong, namun tetap terjerat karena tekanan kebutuhan, gaya hidup, serta lemahnya kontrol diri.
Melalui model Islamic Financial Life Skills (IFLS), Illa Susanti menawarkan pendekatan pendidikan yang lebih kontekstual dan membumi. Pendidikan keuangan tidak hanya mengajarkan cara mengelola uang, tetapi juga melatih cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan keuangan secara sadar, bertanggung jawab, dan selaras dengan prinsip syariah.
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah penguatan pendekatan andragogi transformatif berbasis nilai-nilai Islam. Inilah ciri khas Pendidikan Masyarakat, yang tidak sekadar mentransfer informasi, tetapi membantu masyarakat dewasa menginternalisasi nilai-nilai Islam seperti amanah, kehati-hatian, kejujuran, serta orientasi keberkahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Dalam pelatihan IFLS, peserta tidak hanya diberi pemahaman bahwa pinjaman online ilegal, judi online, atau investasi bodong berbahaya, tetapi juga diajak berdialog, berefleksi, dan menyadari pentingnya menyelaraskan keputusan keuangan dengan nilai dan tujuan hidup.
Promotor utama, Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., menilai penelitian ini memiliki unsur kebaruan yang kuat dan menjadi kontribusi penting bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Masyarakat. Menurutnya, riset ini membuktikan bahwa Pendidikan Masyarakat mampu berperan strategis serta berkolaborasi dengan bidang literasi keuangan dan keuangan syariah dalam menjawab persoalan sosial yang nyata.
Apresiasi juga disampaikan oleh Rini Amidjono, S.E., M.M., yang menilai bahwa model IFLS hasil adaptasi dari program Financial Life Skills (FLS) – YEP USAID merupakan model pendidikan keuangan yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia dan memiliki peluang besar untuk diterapkan secara luas melalui jalur pendidikan nonformal.(Yaman)






