Kompolnas Silaturahmi Ke Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo Bahas Tentang Deradikalisasi

423

dutapublik.com, SUKOHARJO – Komisioner Kompolnas H. Mohammad Dawam S.H.I., M.H., melakukan Penelitian dalam rangka Deradikalisasi di pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya Gus Dawam sapaan akrabnya didampingi Staff juga dibersamai dari jajaran Polres Sukoharjo dan Polda Jateng.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Pesantren, Ustadz Yahya bersama Jajaran Pengasuh di Aula Pesantren.

Silaturrahmi ini dilakukan di sela-sela Kunjungan Kerja Anggota Kompolnas dalam rangka Penelitian Berjudul: “Peran Polri Dalam Penerapan Deradikalisasi Paham Ekstrem Keagamaan Perspektif Hak Asasi Manusia Di Wilayah Hukum Polda Jawa Tengah.”

Hadir membersamanya, Syaiful Arif, sebagai Peneliti yang juga membawakan Materi Pancasila dengan mengupas sejarah lahir Pancasila, 1 Juni hingga prosesnya resmi menjadi Falsafah Negara, 18 Agustus 1945 dalam Perspektif Agama secara panjang lebar, detail, sekaligus dilakukan diskusi intensif oleh para peserta silaturrahmi yang amat antusias mendengar mutiara Pancasila yang dipaparkannya secara rinci.

Dalam kesempatan ini Mohammad Dawam menyampaikan bahwa hubungan Agama dan Negara adalah hubungan simbiosis mutualisme, dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Oleh karenanya, lanjut Dawam, Pancasila sebagai sebuah Produk Kesepakatan Para Pendiri Bangsa harus sama-sama dikawal keberlangsungannya, aplikasi dan penerapannya dalam kehidupan berbangsa.

Menolak kesepakatan dan perjanjian yang telah disepakati, maka hal itulah yang harus dihindari. Sebab penolakan perjanjian kesepakatan identik dengan bughat.

“Rasulullah, juga mengajarkan kepada kita agar kita selalu merawat suatu Perjanjian yang telah disepakati sebagaimana Perjanjian Madinah dan Perjanjian Hudaibiyah,” ujar Dawam.

Ustadz Yahya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren berharap silaturrahmi seperti ini bisa dilakukan seterusnya dan tidak terputus hanya sekali ini saja.

“Mudah-mudahan silaturrahmi ini tidak hanya sekali ini saja, dan bisa diteruskan selanjutnya,” pungkas Pengasuh yang asal Demak, Jawa Tengah itu. (JL)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *