dutapublik.com, JAKARTA – Komjen Pol (Purn) Oegroseno, mengumumkan akan maju sebagai calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Kesiapan Oegroseno, untuk maju sebagai calon Ketua Umum dilandasi oleh keinginan kuat untuk menjadikan KOI lebih baik.
“Jadi, saya ingin menjadikan KOI itu rumah kita bersama, tidak ada yang harus ekslusif. Semua cabang olahraga (Cabor) yang menjadi anggota KOI, punya hak dan kewajiban yang sama,” kata Oegroseno dalam rilis yang diterima media, beberapa waktu lalu.
Mantan Wakapolri itu menilai, bahwa KOI, mempunyai peran penting dan sebagai representasi International Olympic Committe (IOC).
LQ Indonesia Lawfirm dalam keterangan resminya, pada Sabtu (15/4), menyambut baik berita ini.
“Ini angin segar agar Raja Sapta Oktohari (RSO), bisa digantikan oleh Ketua KOI yang baru saja. Hal ini agar RSO, bisa fokus menjalani Proses Hukum di kepolisian, yang mana sudah dilaporkan oleh banyak korbannya atas kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang PT Mahkota dan OSO Sekuritas, dengan kerugian sekitar 7 Triliun,” ujar Bambang Hartono, S.H., M.H., selaku Kadiv Humas LQ Indonesia Lawfirm.
Bambang, melanjutkan, bahwa selama ini dalam proses penyidikan RSO, selalu beralasan tidak bisa hadir dan mempersulit penyidikan dengan mengunakan jabatan KOI sebagai alasan kesibukannya.
“Biarkan Raja Sapta Oktohari turun dan digantikan saja, apalagi sangat tidak pantas seorang terlapor kasus Investasi Bodong menjalankan tugas negara. Ngurus perusahaan Mahkota saja gak becus hingga gagal bayar Triliunan, apalagi mengurus Olimpiade. Babak belur nanti olahraga di Indonesia akibat ketidakmampuannya,” paparnya.
Diketahui, lanjut Bambang, bahwa Raja Sapta Oktohari, anak Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, belum lama ini terjerat berbagai kasus gagal bayar, PKPU, hingga penipuan ribuan korbannya. Tidak selesai sampai di sana, bahkan Kuasa Hukum Raja Sapta Oktohari, juga sudah ditahan kepolisian karena praktik menipu dan menggelapakan uang kliennya.
“Lingkaran RSO, tidak ada yang benar dan lurus. Kuasa Hukumnya saja sempat DPO dan kini ditahan. Bahkan, ada indikasi, ketika DPO Kuasa hukum RSO, Natalia Rusli, disembunyikan di rumah RSO. Cara-cara dan lingkaran RSO ini selalu bermasalah dan tidak bisa dijadikan teladan. Kami dukung penggantian RSO dengan Oegroseno, agar RSO bisa bertanggung jawab dan segera dijadikan Tersangka pidana penipuan,” ungkapnya. (Red)





