dutapublik,com, MADINA – Proyek pekerjaan kegiatan rehabilitasi Jalan Sinonoan Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal terkesan asal-asalan, ungkap ketua DPD LSM TAMPERAK Madina, Muhammad Yakub Lubis, kapada awak media online, Sabtu (20/8) di tempat kegiatan pembangunan dek dan perluasan Jalan Sinonoan, Muara Batang Angkola.
Lokasi kegiatan di Desa Tangga Bosi banyak sekali keluhan masyarakat, akibat dari debu dan jalan berlobang, diduga karena kontraktor yang mengerjakan kegiatan rehab jalan tersebut tidak memakai mobil water tank untuk menyiram. Bila mana banyak debu dan jalan yang berlobang disebabkan lambannya kontraktor tersebut untuk mengerjakannya.
lanjut, masyarakat meminta kepada dinas terkait supaya menegur Kontraktor tersebut. Apakah pejabat pembuat komitmen (PPK) bekerja sama dengan pihak kontraktor sehingga terjadi indikasi penyimpangan dan kejanggalan atau kong kalikong.
Lebih lanjut Yakub, menyampaikan
” kalau memang betul betul pekerjaan itu diawasi, maka tidak terjadi pekerjaan asal asalan dan diminta kepada DPRD , Bupati dan Kadis PUPR supaya menegur Kabid Bina Marga dan Kontraktor CV Prima Duta yang mengerjakan rehabilitasi Jalan Sinonoan Muara Batang Angkola tersebut, mengingat anggaran yang sudah dikucurkan oleh pemerintah begitu besar mencapai Rp .3.012.657.000 ( tiga milliar dua belas juta enam ratus lima puluh tujuh ribu rupiah),” ungkapnya pada wartawan di lokasi pekerjaan jalan.
Masih kata Yakub, masyarakat menyampaikan, sementara ini pekerjaan dek tersebut galiannya kurang dalam dan tanah timbun dibuat lumpur dan ini jelas mengurangi kondisi ketahanan pekerjaan bangunan jalan tersebut, ungkapnya. (S.N).


