Duta Publik

LSM Trisakti Madina Minta Kepolisian Seret Calo-Calo P3K Kabupaten Madina

41

dutapublik.com, MADINA – Pasca penetapan tersangka baru dalam kasus seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) formasi guru tahun 2023 di Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (02/02/2024) pengembangan kasus P3K ini diharapkan tidak berhenti sampai disini saja. Sesuai informasi dari sejumlah guru tenaga pendidik di beberapa sekolah, banyak oknum oknum calo guru guru “siluman” atau maladministrasi yang belum tersentuh hukum.

Seperti yang diketahui dan bukan rahasia umum ditengah tengah masyarakat, keberadaan calo mulai dari pejabat, orang dekat pejabat, keluarga pejabat bahkan tim yang mengaku ngaku dekat dengan pejabat di Madina ikut menjadi calo P3K. Sudah banyak yang menjadi korban, yang berhasil lolos jadi P3K mengucap syukur dan tidak mengharapkan uangnya kembali. Namun beberapa yang kalah pastinya mengharapkan uangnya kembali. Seperti yang diutarakan oleh salah satu guru honorer kepada LSM Trisakti ketika melakukan investigasi salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Panyabungan, Jumat (02/02/2024).

“Ketika itu saya didatangi oleh salah satu oknum yang mengaku bisa meloloskan saya menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di sekolah tempat saya mengajar dan harus menyiapkan sejumlah uang. Saya pun menyanggupinya mengingat di sekolah tempat saya mengajar itu banyak juga guru guru yang berharap bisa lolos menjadi guru (P3K) melalui calo,” sebutnya.

Di sini tim investigasi lapangan yang berkolaborasi antara media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trisakti, sengaja tidak menuliskan nama narasumber karena yang bersangkutan tidak bersedia untuk disebutkan atau dituliskan namanya.

Dedi Saputra ketua Trisakti Madina mendukung penuh atas penetapan tersangka baru oleh kepolisian atas kasus suap P3K di Madina. “Semoga para calo calo yang memanfaatkan momen P3K ini juga dapat diseret ke ranah hukum karena diduga ikut menikmati suap,” pintanya.

Diketahui sejumlah uang dengan ragam nominal yang diterima oleh para calo itu berasal dari guru guru yang ingin menang jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun tidak semua guru yang menempuh jalur lewat calo itu lulus. Bahkan sebagian dari mereka berharap uang yang diberikan itu agar dikembalikan, jika tidak mereka berjanji akan membuka satu persatu nama calo yang mendatangi mereka dan menerima uang dari mereka. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *