dutapublik.com, CIREBON – Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid At-Taqwa Kota Cirebon pada Hari Raya Iduladha 1446 H berlangsung lancar dan tertib pada Jumat, 6 Juni 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Firman Rahmananda, Pembina Remaja Masjid At-Taqwa.
“Alhamdulillah, proses penyembelihan berjalan dengan baik. Tahun ini, panitia kurban dipercayakan kepada para pemuda-pemudi remaja masjid yang melaksanakan kegiatan di halaman belakang Masjid At-Taqwa,” ujar Firman.
Ia menjelaskan bahwa pada Iduladha tahun ini, Masjid At-Taqwa menerima total 10 ekor sapi dan 29 ekor kambing dari berbagai pihak, baik perorangan maupun lembaga. Di antaranya, satu ekor sapi berasal dari Wali Kota Cirebon Efendi Edo, satu dari Kapolres Cirebon Kota, serta masing-masing satu ekor sapi dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Bank BJB Kota Cirebon.
“Selain itu, kami juga menerima kambing dari Dinas Kesehatan, Kemenag, PDAM, PBKBD, Dinas Perhubungan, dan lembaga-lembaga lainnya. Dari H. Sapi’i, kami menerima dua ekor sapi,” jelasnya.
Firman menegaskan bahwa seluruh hewan kurban telah diperiksa oleh tim medis dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon.
“Para dokter hewan telah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hewan yang dinyatakan sehat diberi label khusus dan layak untuk disembelih,” tegas Firman.
Ia menambahkan bahwa hewan yang belum cukup umur atau tidak memenuhi syarat kurban tidak diperkenankan untuk disembelih. Hal ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjaga kualitas dan kelayakan hewan kurban di tengah masyarakat.
Terkait pembagian, Firman menegaskan bahwa Masjid At-Taqwa tidak membagikan daging kurban secara langsung di lokasi.
“Distribusi dilakukan sesuai data resmi yang kami terima dari pihak berwenang, sehingga pembagian lebih tertib dan tepat sasaran,” ujarnya.
Firman berharap jumlah hewan kurban di Masjid At-Taqwa dapat terus meningkat setiap tahunnya, dan masyarakat memahami bahwa masjid hanya menerima serta menyembelih hewan kurban, sementara distribusi dilakukan melalui sistem yang tertata guna menghindari potensi konflik di lapangan.
(Haryudi)


