dutapublik.com, MINAHASA – Menyambut Hari Jadi Minahasa yang ke 594 tahun 5 November 2022, stand OKLBI yang sederhana menampilkan keunikan yakni Atribut perang Kabasaran Tanah Leluhur Minahasa Baju Kabasaran.
Ketika menyambangi stand OKLBI (ormas kristen benteng indonesia) Om Bolung bersama keempat anggotanya dengan penuh keramahan menyambut penuh sukacita kunjungan wartawan media ini.
“Tarian Kabasaran yang banyak kali digunakan untuk penyambutan tamu, kerap kali dipertontonkan pada acara-acara daerah dan penjemputan pejabat negara,” ujar Om Bolung.
Menurut Om Bolung Tou Tondano ini, sekilas atribut baju kabasaran pada zaman dulu bervariasikan tengkorak yang sejarahnya adalah tengkorak musuh dimana di dalam balutan pakaian kabasaran itu adalah bagian yang terbuat dari kulit kayu.
“Pesona prajurit Kabasaran yang adalah tarian perang dari tanah Minahasa, sulawesi utara yang pada zaman dahulu merupakan tarian keprajuritan yang diangkat dari kata wasal.
(Ayam jantan dipotong jenggernya agar sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung),” Om Bolung.
“Para penari dengan perawakan dan berwajah garang dan mata melotot lengkap dengan pakaian serba merah, adalah orang terpilih yang mampu mengayomi, memimpin dan mensejahterakan masyarakatnya,” urai Om Bolung.
Meski mirip dengan tarian Cakalele dari Maluku namun tarian ini memiliki sejarah sendiri di tanah Toar Lumimuut di mana kebanyakan dibawakan oleh pria lengkap dengan senjata tajam berupa pedang dan tombak ini, sangat identik dengan gerakan perkelahian ayam jantan juga untuk mengawal salah satu tokoh adat penting di tanah Minahasa.
“Tarian sakral ini juga dilakukan secara turun temurun oleh generasi penari Kabasaran. Dalam upacara adat Minahasa, Kabasaran adalah prajurit adat yang memiliki otoritas penuh dalam jalannya sebuah upacara adat. Mereka dulunya bisa membunuh atau mengusir si jahat yang mengganggu upacara,” kuncinya.
Atas nama Laskar OKLBI Minahasa menyampaikan Selamat Hari Jadi Minahasa yang ke 594tahun (5/11) Minahasa Semakin Maju dan Sejahtera. (EffendyV.Iskandar)


