dutapublik.com, MINAHASA – Kepada awak media Kepsek SDN 5 Langowan Timur, Heti Kembuan, S.Pd., pada Selasa, (9/11/) lalu, mengungkapkan sejak dirinya diangkat sebagai kepala sekolah dirinya berharap SD Negeri 5 Langowan Timur mendapat bantuan rehab berat, sekaligus bangunan RDG yang sejak berdiri suasana plafon yang mulai rapuh, atap seng sudah tua, jadi tidak nyaman anak sekolah dalam melaksanakan KBM.

“Sejak saya menggantikan Kepsek sebelumnya, satu tahun 1 bulan , hingga saat ini tidak pernah dapat sentuhan bantuan apapun termasuk rehab sekolah yang bapak lihat sendiri sudah sangat memprihatinkan. Kondisi seperti ini dalam kegiatan KBM pelaksanaannya tidak nyaman oleh para guru maupun siswa,” ungkap Kepsek Heti Kembuan.
Sementara itu dari pantuan awak media, dan penuturan Kepsek Heti dari ketujuh ruangan kelas, termasuk ruang kepala sekolah, aula sekolah, pintu, plafon, atap seng ini sudah memperihatinkan dan menjadi perhatian Disdik Kab. Minahasa sehingga sekolah-sekolah yang perlu mendapat perhatian jadi prioritas, bukan sekolah yang bangunannya masih bagus sekolah itu terus yang dapat bantuan.

Sebagai pihak sekolah mendukung delapan Standartnya Nasional Pendidikan, yakni ; 1. Standar Kelulusan, 2. Standar Isi, 3. Standar proses, 4. Standartnya pendidik tenaga kependidikan, 5. Standar penilaian pendidikan, 6. Standar pembiayaan pendidikan, 7. Standar sarana dan prasarana, 8. Standar pengelolaan pendidikan.
“Point ketujuh sangat penting dalam menunjang dan mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 5 Langowan Desa Amongena II Kec. Langowan Timur,” tandas Kepsek Heti.

Ia menambahkan dari delapan komponen tersebut juga harus mendapat dukungan pendidik, Guru, Murid, Kurikulum, media alat peraga, sarana prasarana, buku, orang tua, dan lingkungan.
Diketahui kompleks SD Negeri 5 Langowan, dua Anggota DPRD asal Langowan tersebut tinggal, karenanya ia berharap sekolahnya mendapat perhatian setelah sudah lama tidak pernah disentu bantuan dari Pemerintah. (EffendyV.Iskandar)





