dutapublik.com, KARAWANG – SMPN 2 Tempuran Kabupaten Karawang diduga hingga saat ini tidak juga berbenah. Perilaku haram berupa kegiatan pungli diduga sudah mendarah daging dalam jiwa pengelola SMPN 2 Tempuran.
Tak hanya siswa saja yang menjadi korban dugaan pungli, pedagang yang sedang mengadu nasib di SMPN 2 Tempuran juga menjadi korban pungli oknum pengelola SMPN 2 Tempuran.
Ririn, pedagang jajanan anak-anak yang juga masih warga yang berdomisili di sekitar SMPN 2 Tempuran mengaku menjadi korban pungli oknum pengelola sekolah yang juga menjadi guru di sekolah tersebut.
“Saya dimintain duit Rp1,5 juta supaya bisa dagang di dalam sekolah oleh Guru Dede. Harusnya jangan sampai Rp1,5 juta lah, saya kan masih warga sekitar sekolah yang juga berhak mencari rezeki di sini,” ujar Ririn kepada dutapublik.com beberapa waktu lalu.
Ia mengaku keberatan dengan uang pungli Rp1,5 juta yang harus disetorkan kepada Guru Dede. Pasalnya ia masih belajar berdagang selain itu tidak ada alokasi anggaran untuk membayar uang pungli tersebut. “Saya duit darimana harus bayar ke sekolah Rp1,5 juta, saya masih belajar dagang sudah dimintain duit,” ujarnya.
Sementara itu Guru Dede yang diduga disuruh oleh pihak SMPN 2 Tempuran untuk menjadi pengepul uang pungli dari para pedagang hingga berita ini dipublikasikan tidak menjawab permintaan konfirmasi dari dutapublik.com. (Uya)





