dutapublik.com, BEKASI – Setiap tanggal 9 Februari, Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai momentum refleksi atas peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi. Pada tahun ini, peringatan HPN jatuh pada Senin, 9 Februari 2026.
Dalam rangka peringatan tersebut, Media Online Indonesia (MOI) DPC Bekasi Raya menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh insan pers di Tanah Air. Adapun puncak perayaan HPN 2026 diketahui digelar di Provinsi Banten pada 7-9 Februari 2026.
Ketua MOI Bekasi Raya, Misra, SM, menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga demokrasi serta menyuarakan kebenaran kepada publik.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Kebebasan pers adalah napas demokrasi. Teruslah menyuarakan kebenaran,” ujar Misra, Minggu (9/2/2026).
Menurutnya, insan pers dituntut untuk tetap profesional, independen, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi.
Sejarah Hari Pers Nasional
Perjalanan pers di Indonesia telah dimulai sejak masa kolonial dengan berbagai tantangan dan tekanan. Upaya penerbitan surat kabar kala itu kerap menghadapi pembredelan serta pengawasan ketat dari pemerintah kolonial.
Surat kabar pertama di Indonesia tercatat terbit pada 7 Agustus 1744 dengan nama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen. Perkembangan pers nasional kemudian ditandai dengan terbitnya Medan Prijaji pada tahun 1907 di Bandung, yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo dan dikenal sebagai pelopor pers nasional.
Perkembangan pers berlanjut hingga masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, di mana Indonesia memiliki lima surat kabar utama, yakni Jawa Shinbun, Celebes Shinbun, Sumatra Shinbun, Ceram Shinbun, dan Borneo Shinbun.
Momentum penting dalam sejarah pers Indonesia terjadi pada 9 Februari 1946 dengan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985.
Sejak saat itu, Hari Pers Nasional diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap peran pers dalam membangun bangsa serta menjaga nilai-nilai demokrasi. (Bodong)





