dutapublik.com, PROBOLINGGO – Peralihan penerima pengganti Bantuan Pangan Nasional berupa beras 10 kg menuai polemik di masyarakat khususnya Desa Karangren Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, pasalnya dalam berita acara serah terima pengganti Keluarga Penerima bantuan pangan berupa beras 10 kg tersebut diduga ada unsur pemalsuan identitas yang dilakukan oleh aparatur Desa Karangren Kecamatan Krejengan.
Bunari, yang merupakan warga Desa Karangren Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo yang sampai saat ini masih dalam keadaan sehat dan sehari hari bekerja sebagai buruh serabutan, tampak kaget setelah mendengar namanya tercantum dalam SK Penerima Bantuan Pangan beras 10 kg namun digantikan kepada Suwondo. Dan lebih kagetnya lagi dalam isi Berita acara serah terima Bantuan Pangan pengganti, Nama Bunari terverifikasi MENINGGAL.
“Kayaknya sampean ini sekarang berbicara dengan hantu mas kalo memang saya sudah meninggal,” ucap Bunari kepada awak media sambil menggelengkan kepala. “Mungkin berita ini bisa segera dinaikkan mas, biar semua orang tau seperti apa kondisi desa khususnya pemerintahan desa Karangren, beberapa waktu lalu di verifikasi data bantuan lain saya dibilang kerja keluar negeri, sekarang malah dinyatakan meninggal. Segera naikkan saja beritanya mas, dan tolong diteruskan kepada instansi terkait,” tegas Bunari.
Robi selaku saudara dari Bunari turut memberikan komentar bahwa pihaknya tidak akan segan segan untuk mendatangi kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo untuk menyampaikan apa yang terjadi di Desa Karangren ini. “Saya selaku saudara dari Bunari tidak akan segan untuk menemui Kadis Ketahanan Pangan, dan jangan sampai saya membuka apa yang terjadi sebelum sebelumnya di Desa Karangren, biar tidak viral mas,” terang Robi.
Sedangkan berdasarkan dari salah satu perangkat setelah dikonfirmasi melalui via telfon membenarkan bahwa nama Bunari memang dialihkan. “Iya mas, nama Bunari memang dialihkan sebagai penerima bantuan pangan beras itu mas, perihal diverifikasi meninggal itu mungkin salah ketik mas,” ucap perangkat desa Abdilla.
Demi berimbangnya berita tim media mencoba mendatangi kantor Desa Karangren untuk klarifikasi langsung ke Kepala Desa Karangren, namun kepala desa tidak ada di kantor desa dan tim media mencoba menghubungi Via Whatsapp.
“Saya tidak di kantor mas, masih ada acara di rumah, mungkin besok kita ketemuan,” ujar Kades Karangren saat dihubungi Via Whatsapp. (SNR)



