Nasib PMI (132): PMI Asal Bekasi Yang Diberangkatkan Non Prosedural Oleh PT. Avida Keluhkan Penyakit Yang Dideritanya

392

dutapublik.com, KARAWANG – Maraknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diberangkatkan secara non prosedural oleh oknum sponsor dan perusahaan pemroses untuk dijadikan asisten rumah tangga di negara kawasan Timur Tengah, banyak menimbulkan tangis dan jeritan karena nasib pilu yang diderita oleh PMI tersebut.

Oknum sponsor dan perusahaan pemroses sendiri dengan bebas terus memberangkatkan PMI non prosedural Timur Tengah, seolah kebal hukum atau diduga memiliki beking dari okunm aparat penegak hukum.

Adalah AA, wanita kelahiran tahun 1991, warga Cikarang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengaku diberangkatkan ke negara Timur Tengah untuk dijadikan asisten rumah tangga oleh PT. Avida dengan sponsor Haji Ade.

“Saya diberangkatkan 8 bulan lalu ke kota Riyadh. PT yang memberangkatkan PT. Avida dan sponsor saya namanya Haji Ade. Saya ingin pulang Pak, karena saya menderita Ambeien,” kata AA beberapa waktu lalu, kepada media dutapublik.com melalui pesan WhatsApp.

AA menuturkan, bahwa dirinya sudah mengadukan penyakit yang dideritanya kepada pihak kantor atau Asrama Nazedah, selaku ejen di kota Riyadh Saudi Arabia, namun tidak mendapatkan respon yang baik. Malahan AA diduga dibentak oleh Muhdir yang bernama Pipit yang sama berasal dari Indonesia.

“Kata siapa bisa pulang? Kagak bisa dipulangin. Itu Pak pesan suara dari Pipit yang jadi Muhdir di kantor Nazedah Riyadh,” ungkapnya.

Sementara, Haji Ade, warga Desa Bolang Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang disebut AA sebagai sponsor dan Yayah, selaku pihak PT. Avida, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, memilih Bungkam Seribu Bahasa. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *