Nasib PMI (15): Memilukan, TKW Asal Kabupaten Karawang Makan Dari Sisa Sampah

500

dutapublik.com, KARAWANG – Tangisan pilu kesekian kalinya Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW/TKI yang diberangkatkan secara ilegal atau unprosedural kembali terjadi di Kabupaten Karawang. ICA, salah satu PMI asal Kabupaten Karawang diberangkatkan perseorangan ke Negara Tempatan Timur Tengah, pada Desember 2021.

Diketahui, ICA saat ini dipekerjakan sebagai Asisten Rumah Tangga atau Pembantu di Riyadh yang merupakan Ibu Kota Negara Arab Saudi. Tak tahan karena kondisi badan sakit bekas luka operasi Sesar 9 bulan yang lalu dan juga perlakuan Majikan yang dirasakannya tidak manusiawi, ICA memberanikan diri mengadukan semua itu dengan menghubungi Posko Pengaduan PMI/TKW media dutapublik.com, belum lama ini.

Dalam pengaduannya, ICA menceritakan bahwa saat saat ini dirinya sedang kesakitan akibat luka bekas operasi sesarnya.

“Bekas sesar saya sakit Pak, tapi saya tetap dipaksa berkerja. Saya disesar kurang lebih 9 bulan yang lalu,” ujarnya melalui pesan suara WhatsApp dengan menangis.

Mirisnya lagi, kata ICA, ketika pagi hari dirinya tidak diberikan makan oleh sang Majikan.

“Saya makan kadang sekali hanya malam saja. Pagi saya dikasih roti doang satu kali. Saking saya kelaparan saya ambil makanan dari tempat sampah yang ada Pak,” ungkapnya dengan penuh kesedihan.

Belum lama ini, lanjut ICA, dirinya disuruh untuk mencuci tangga oleh sang Majikan dengan air sabun. Nahas, karena tangga menjadi licin dengan air sabun, akhirnya ICA terjatuh dari tangga.

Keterangan Gambar 2: Passpor ICA

“Tangga dan lantai itu kan tidak boleh dipel, tapi harus dicuci dengan Sabun. Saya jatuh Pak dan bibir saya terbentuk Lemari, ampe jontor Pak. Sakit sekali Pak,” terang ICA dengan mengirimkan poto bukti kondisi bibirnya terluka.

Diungkapkan ICA, kondisi yang menimpa dirinya itu sempat diadukan ke Kantor Agency di sana. Namun, pihak Agency tidak merespon dengan baik.

“Majikan gak mau saya sakit dan berobat pake uangnya, tapi harus pake uang saya sendiri. Sabun mandi juga beli sendiri dan pulsa saya uang sendiri Pak. Padahal saya udah kirim videonya dan saya udah laporan maslah makan, tetapi nggak direspon sama orang kantor (L).”

“Pokonya saya sering minta tolong ke Kantor Sarika sama Ibu L. Padahal sama-sama orang Indonesia, kenapa gak mau ngerespon. Saya sakit pun malah ngomongnya ‘Sakit Ya Tinggal Ke Rumah Sakit’, malah begitu, malah marah-marah. Suami saya lapor ke Posko Pengaduan PMI/TKW Media dutapublik, dia marah ke saya dan ngomong ‘Sekali Lagi Kamu Kasih Nomor Ke Keluarga Kamu, Saya Blok Nonor Kamu’, malah begitu Ibu L ngomongnya. MasyaAllah kayak gak mau ngurusin TKW lagi. Kebangetan kan Pak!,” bebernya.

ICA, saat ini terus menangis mengharapkan agar ada pertolongan dari pihak pemerintah Indonesia untuk segera bisa pulang.

“Saya inginnya cepat pulang Pak. Saya sakit hati sama orang kantor, udah Majikan kayak begini. Saya udah kirim video dan udah saya jelaskan makan di sini seperti apa. Tapi saya malah dibentak dengan bahasa kasar oleh orang kantor,” terangnya.

Yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa terus dan masih terjadi pemberangkatan PMI/TKW perseorangan ke Negara Tempatan Timur Tengah dan diduga para Oknum Sponsor serta pihak terkait dengan bebas melakukannya seolah mereka semua kebal hukum. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *