dutapublik.com, KARAWANG – Setelah dikabarkan sakit akibat keracunan obat pembasmi Cicak, Ika Nuryanti, warga Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural negara Timur Tengah, kini sudah pulang ke kampung halamannya, pada Minggu (14/8).
Ika Nuryanti, diketahui diberangkatkan secara unprosedural oleh sponsor bernama Hj. Ijah warga Kecamatan Tempuran pada Februari 2022 menjadi asisten rumah tangga di negara Timur Tengah yaitu Qatar. Padahal, Kepmenaker nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah, masih diberlakukan oleh Pemerintah.
Namun hal itu tidak menyurutkan Hj. Ijah untuk tetap memberangkatkan PMI unprosedural ke negara Timur Tengah termasuk Ika Nuryanti salah satunya yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh Hj. Ijah dan antek-anteknya.
Terpantau, kondisi Ika Nuryanti, begitu tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, sangat mengkhawatirkan. Ika Nuryanti begitu turun dari pesawat menggunakan kursi roda dikarenakan kondisinya belum pulih dari sakit. Kedatangan Ika Nuryanti langsung disambut tangisan oleh putranya bernama Wandi dan suaminya bernama Salim. Mereka tidak sanggup melihat kondisi Ika Nuryanti yang memilukan, karena sangat berbeda ketika sebelum diterbangkan ke negara Timur Tengah.
Kepulangan Ika Nuryanti, diketahui dengan menggunakan pesawat Srilankan Airlines UL 364, dikawal ketat olah satgas udara Bandara Soekarno Hatta bersama media dutapublik.com, mengingat kondisi Ika Nuryanti yang sangat mengkhawatirkan.

Keterangan Gambar 2: Media dutapublik.com Bersama Pemdes Pulomulya Saat Di Posko Satgas Udara Bandara Soekarno Hatta
Media dutapublik.com langsung yang melakukan evakuasi Ika Nuryanti hingga ke kediamannya sekira pukul 18.00 WIB. Setibanya di kediaman, Ika Nuryanti mengaku bahwa dirinya diberangkatkan ke negara Timur Tengah menjadi asisten rumah tangga oleh Hj. Ijah.
“Saya berangkat bulan Februari 2022 oleh sponsor Hj. Ijah orang Tempuran. Saya dinyatakan vit medikal check up walaupun saya menderita mata plus. Waktu itu saya medikal di RS. Intan Barokah. Saya tidak tahu nama PT yang memberangkatkan saya karena tidak ada namanya waktu saya diantar ke Jakarta oleh Hj. Ijah,” ujarnya, kepada media dutapublik.com, pada Minggu (14/8).
Diungkapkan Ika Nuryanti, sakit yang diderita olehnya ketika bekerja di salah satu rumah Majikan di Qatar akibat keracunan obat pembasmi Cicak.
“Awalnya mau ke kamar mandi dan ada Cicak, akhirnya disemprot pakai racun Cicak, terus saya muntah-muntah, di luar kamar mandi pun saya masih muntah-muntah hingga jam 10 malam. Besoknya saya lagi masak juga masih muntah-muntah. Gak lama tangan dan kaki saya ga bisa digerakan dan saya tergeletak pingsan.”
“Setelah itu anak Majikan memanggil dokter untuk memeriksa saya, akhirnya saya dirawat di rumah sakit di sana. Saya dirawat kurang lebih 1,5 bulan lamanya. Selama saya di rawat ada orang kedutaan dan pihak penampungan yang menjenguk. Saya dikasih uang oleh Majikan sebanyak 200 Riyal untuk biaya berobat. Hingga saat ini gaji saya yang sisa 1.000 Riyal lagi belum dibayarkan oleh Majikan,” ungkapnya.

Keterangan Gambar 3: Ika Nuryanti Saat Tiba Di Kediamannya
Sementara, Salim mengatakan, bahwa dirinya sangat khawatir ketika mendengar kabar istri tercintanya dalam keadaan sakit di negara Qatar.
“Saya dan anak-anak sangat panik ketika ada kabar istri saya sakit dan sedang dirawat di rumah sakit. Untuk itu Hj. Ijah harus bertanggung jawab, karena istri saya awal berangkat badannya sehat dan gemuk tapi pas sekarang pulang istri saya badannya kurus dan lemas karena sakit,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kades Pulomulya Ajat Suwandi yang ikut menyambut kedatangan Ika Nuryanti menegaskan, bahwa dari pihak Hj. Ijah selaku sponsor tidak ada pemberitahuan dan penjelasan sebelumnya jika bekerja menjadi asisten rumah tangga di Timur Tengah itu adalah Ilegal.
“Untuk sponsor Ibu Hj. Ijah harus bertanggung jawab, karena warga saya awalnya sehat pas pulang sekarang malah sakit, kami tunggu bentuk itikad baiknya dari Ibu Hj. Ijah demi kesehatan Ibu Ika Nuryanti biar pulih seperti semula. Saya akan terus memantau dan mendampingi keluarga Ika Nuryanti,” tegasnya.
Di samping itu, Ajat Suwandi pun mengimbau kepada masyarakatnya ketika ingin bekerja di luar negeri menjadi asisten rumah tangga agar menempuh jalur resmi.
“Saya atas nama Pemdes dan mewakili keluarga Ibu Ika Nuryanti mengucapkan terima kasih banyak kepada tim dutapublik yang sudah peduli ikut membantu kepulangan warga saya dari Qatar. Saya harapkan kepada warga saya ketika akan bekerja menjadi pembantu di luar negeri harus memberikan informasi terlebih dahulu kepada pihak kami agar tidak terjadi korban TPPO berikutnya,” tuturnya. (N. Wirasasmita)






