dutapublik.com, SAMPANG – Minggu (20/3), dugaan kuat oknum Polisi Wanita (Polwan) di Kepolisian Resor (Polres) Sampang menjadi beking kasus jual beli Mobil, terus menjadi perbincangan publik hingga menjadi berita viral Nasional.
Kasus sindikat jual beli Mobil tersebut melibatkan terduga Noval yang diakui oknum Polwan inisial A adalah saudaranya.
Kasus yang sudah melenggang viral ke seluruh penjuru Nusantara itu akan masuk tahap pemanggilan saksi dari terlapor Noval setelah sebelumnya terduga juga diperiksa.
Inisial A, nama oknum Polwan yang mengaku sebagai Penyidik, berdarah- darah membela terduga Noval hingga menjelaskan secara rinci kasus tersebut. Lucunya lagi, oknum Polwan tersebut menyampaikan kepada Kanitnya (Soni) bahwa Noval juga mau melaporkan.
“Masih muda ini Nit cuma badannya bongsor. Saudara saya mau laporan juga karena merasa ditipu juga, ada pihak ketiga Nit. Noval ini distir dan disuruh bilang iya iya saja untuk masalah ini,” jelas Oknum Polwan kepada Soni di Ruangan Pidek
Oknum Polwan Polres Sampang berinisial A tersebut, terus menunjukkan sikap dan bahasa keberpihakan, bahkan rumah yang menjadi TKP dugaan penipuan jual beli mobil tersebut diakuinya adalah rumahnya sendiri.
“Sampean itu lihat mobil di Rumah saya,” bebernya.
Padahal, sebelumnya Noval telah mengakui bahwa rumah tersebut adalah rumahnya sendiri.
Memberikan pemaparan layaknya penerjemah terkait kasus itu, Oknum Polwan ketika ditanya tupoksinya oleh korban, Namun, Soni yang menberikan jawaban.
“Anggota saya itu. Penyidik,” jawabnya.
Bahkan ketika korban di ruangan SPKT untuk membuat laporan, oknum Polwan tersebut masih saja terkesan ikut ngerecoki dengan santainya duduk di samping kursi petugas SPKT.
“Tolong jelasin ke istrinya, mungkin ketika sampean yang jelasin ke istrinya akanĀ lebih paham,” kata Oknum Polwan inisial A kepada korban.
Kemudian istri korban menjelaskan bahwa tidak seharusnya mencari pembenaran.
“Tidak ada pembenaran Mbak. Karena Noval tiap hari ada di rumah saya. Rumah Noval sekitar 500 meter dari rumah saya. Dan posisi Mobil itu dua Rumah dari saya, mungkin Noval biar lebih deket lah.”
“Terus kalau pengakuannya Noval di situ memang rumahnya Noval atau bukan Korelasinya, kenapa? permasalahannya di mana? Toh sudah jelas itu rumah saya, Noval adalah saudara saya, unsur penipuannya di mana?,” tandas oknum Polwan inisial A dengan pongahnya.
Hal itupun memantik respon aktivis KPK Nusantara Zainal Fattah yang mengatakan bahwa oknum Polwan inisial A tersebut tidak mencerminkan kepribadian dan sikap yang baik serta keprofesionalan dalam mengemban tugas sebagai Aparat Penegak Hukum.
“Netral itu lebih baik. Saudara ya saudara. Namun dalam dunia hukum tidak ada istilah saudara ketika terlibat dugaan tindak kejahatan. Kalau pun terlapor (Noval) adalah saudaranya, tidak harus oknum Polwan tersebut yang menjelaskan dari A sampai Z terkait kasus jual beli mobil tersebut. Karena ada Penyidik yang profesional. Jikalau oknum Polwan bersikap seperti itu, sudah jelas tidak profesional dan amatir,” terangnya.
Berkaitan dengan itu, oknum Polwan inisial A tersebut kini berurusan dengan Propam Polres Sampang, Madura.
Dalam keterangannya malalui WhatsApp pribadiny, Kasi Propam Ipda M. Slamet Efendi ketika ditanya perkembangan pemeriksaan oknum Polwan A, pihaknya menuturkan secara singkat bahwa dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan.
“Masih Pulbaket mas,” jawabnya singkat, pada Kamis (17/3). (King Adie)





