dutapublik.com, SEMARANG — Para Perwira Menengah (Pamen) Kodam IV/Diponegoro mengikuti Uji Ketangkasan Renang Militer di Kolam Renang Makodam IV/Diponegoro, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan jasmani prajurit dalam mendukung kesiapan pelaksanaan tugas.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang tengah melaksanakan olahraga pagi di sekitar Makodam, menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan kegiatan. Kehadiran Pangdam turut memberikan motivasi kepada para Pamen yang sedang mengikuti materi renang militer.
Dalam pelaksanaannya, para perwira tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan jarak renang, tetapi juga menunjukkan ketahanan fisik, kecepatan, teknik, konsentrasi, serta daya juang hingga mencapai garis finis.
Uji ketangkasan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesiapan jasmani prajurit. Kemampuan seorang perwira tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga kondisi fisik yang prima untuk menghadapi dinamika serta tuntutan tugas.
Menjaga kebugaran juga memiliki makna lebih luas bagi seorang pemimpin. Selain menjaga kondisi tubuh, seorang perwira diharapkan mampu menjadi teladan bagi personel yang dipimpinnya, termasuk dalam menerapkan pola hidup sehat, disiplin berlatih, serta mempertahankan kesiapan jasmani.
Karena itu, renang militer bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji kemampuan prajurit dalam mengatur tenaga, mempertahankan konsentrasi, serta menjaga semangat ketika menghadapi tekanan fisik.
Semangat kompetisi yang sehat turut berperan dalam membentuk mental prajurit. Persaingan secara sportif mendorong setiap peserta untuk mengeluarkan kemampuan terbaik sekaligus menanamkan nilai ketangguhan, kedisiplinan, sportivitas, dan pantang menyerah.
Pangdam IV/Diponegoro meninjau secara langsung kemampuan para Pamen dalam mengikuti materi yang diberikan. Hal tersebut menunjukkan perhatian pimpinan terhadap pembinaan kemampuan jasmani prajurit sekaligus pentingnya menjaga kesiapan personel secara berkelanjutan.
Kebugaran yang baik tidak dibangun secara instan. Kondisi fisik yang prima merupakan hasil dari latihan yang konsisten, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Prinsip mens sana in corpore sano, yang bermakna “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, menjadi relevan dalam membentuk prajurit yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.
Melalui Uji Ketangkasan Renang Militer, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong terpeliharanya kemampuan jasmani prajurit sebagai bagian dari kesiapan menghadapi setiap tugas.
Dengan kesiapan fisik yang prima, mental yang kuat, serta daya juang yang tinggi, prajurit diharapkan selalu siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
(Yasin Al Amin)






