Panglima TNI : KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, 53 Awak Kru Dipastikan Gugur

514

dutapublik.com – BALI Setelah melalui proses pencarian dan penantian yang menegangkan, akhirnya semua itu terjawab dan terungkap. Kabar duka dan kesedihan diperoleh dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksaman Yudo Margono dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, pada Minggu (25/4) petang.

Dalam konferensi pers tersebut, Panglima TNI menyatakan bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (22/4/2021), dinyatakan tenggelam dan seluruh 53 awak kru dipastikan gugur.

Kepastian tersebut didapatkan setelah kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan terbelah menjadi tiga bagian oleh ROV milik kapal MV Swift Rescue Singapura pada kedalaman 830 meter dibawah laut.

Sebelumnya KRI Rigel milik TNI AL pada Minggu dinihari (25/4) sekitar pukul 01.00 WITA, menemukan kontak bawah air pada kedalaman 800 meter. Namun, karena peralatan KRI Rigel hanya mampu dikedalaman tersebut maka untuk selanjutnya temuan tersebut diserahkan dan ditindaklanjuti oleh MV Swift Rescue dan berhasil menemukan reruntuhan badan kapal KRI Nanggala 402 pada kedalaman 830 meter.

Dari temuan tersebut Panglima TNI menyatakan bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya dipastikan gugur.

Seperti diketahui sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak (submiss) sejak Rabu (21/4). Namun pada Sabtu (24/4) KRI Nanggala dipastikan tenggelam (subsunk).

Hal ini didasarkan pada temuan sejumlah benda mengapung hingga bahan bakar yang diduga berasal dari kapal selam tersebut.

Setelah mendapat kepastian tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, KSAL Laksamana Yudo Margono menyatakan bahwa TNI AL akan mengangkat reruntuhan badan kapal selam tersebut dan telah berkoordinasi dengan International Submarine Escape and Rescue Liasion (ISMERLO), sebuah lembaga yang memfasilitasi tanggapan Internasional kapal selam yang membutuhkan bantuan.

Saat ini Pemerintah RI, TNI AL dan ISMERLO tengah berkoordinasi dalam upaya pengangkatan badan kapal selam KRI Nanggala 402 beserta seluruh jenazah awak kapal dari kedalaman 830 meter di perairan utara Bali.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa seluruh awak KRI Nanggala 402 yang gugur akan mendapatkan penghargaan dan kenaikan pangkat. (endang andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *