Pasca Erupsi G.Ruang Sitaro, Bandara Samratulangi Hingga Kamis Tutup

187

dutapublik.com, MANADO –Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi Manado, kembali memperpanjang penghentian sementara aktivitas penerbangan akibat dari erupsi kedua gunung ruang di kab.Sitaro Tagulandang Sulut .

Hal ini dikatakan Humas Angkasa Pura 1, Ibu. Yanti Pramono, kepada awak media. ” Adapun perpanjangan ini dilakukan berdasar hasil rapat bersama instansi terkait di bandara, rabu (1/5/2024).

“Jadi sementara kami perpanjang aktivitas penerbangan ini sampai pada kamis (2/5/2024) besok, sekaligus untuk sementara kami lagi melakukan pembersihan di runway dan sejumlah lokasi di bandara akibat terdampak debu, “ucap ibu Yanti

Dari data yang ada, Berdasar dari data penerbangan dihari kedua penutupan aktivitas bandara, sebanyak 27 penerbangan ditunda dengan jumlah penumpang mencapai 3.197 orang.

“Dari sejak ditunda penerbangan akibat erupsi gunung ini, terinformasi sebanyak sembilan pesawat terparkir di bandara Samratulangi Manado provinsi Sulut.” Jelasnya

Pembersihan runway pesawat saat ini, sejumlah armada pemadam kebakaran milik Angkasa pura, dan bantuan dari pemerintah turut serta pada pembersihan ini.
“Saat ini kita dibantu 12 DamKar Manado 8, Minut 2, Bitung 1, serta PemProv 1,” jelasnya

Adapun kembali Erupsinya Gunung Ruang pada 30 April 2024 sekitar pukul 02:35 Wita yang terpantau semakin dahsyat, sehingga membuat langit Sitaro berubah menjadi warna merah membara.

Sementara itu Kepala Badan Geologi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hendra Gunawan saat membagikan informasi tentang gunung ruang berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai tanggal 30 April 2024 pukul 01.30 Wita.

Pada tingkat aktivitas Gunung Ruang Level IV awas direkomendasikan sebagai berikut:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

2. Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km bahkan akibat erupsi Gunung Ruang tersebut mengakibatkan kota Manado Tondano Minahasa Amurang dan sekitarnya Dilanda Hujan Abu Vulkanik.

3. Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk kelaut/runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

4. Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.

5. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung l Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas G. Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (Effendy/Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *